ENERGI ANGIN
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT atas semua nikmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas mata
kuliah Belajar dan Pembelajaran. Makalah ini memuat beragam hal mengenai teori
belajar behaviorisme dan teori belajar konstruktivistik serta perbedaan antara
keduanya.
Dalam menyusun makalah ini, kami membagi setiap teori
belajar ke dalam beberapa poin, seperti pengertian, prinsip, model, dsb.
Selanjutnya poin-poin tersebut dibagi kepada setiap anggota kelompok untuk
dipelajari, setiap anggota kelompok mendapat satu atau dua poin. Setelah
dipelajari, hasilnya dikumpulkan hingga menjadi sebuah makalah.
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembacanya
mengenai teori belajar behaviorisme dan teori belajar konstruktivistik serta
perbedaan antara keduanya. Kami menyadari bahwa makalah ini belum sempurna.
Oleh karena itu, beragam masukan sangat diperlukan agar makalah ini menjadi
semakin baik.
|
Banjarmasin, Maret 2016
Tim Penyusun
Kelompok 6
|
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTAR ISI............................................................................................................................... ii
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................................................. 1
C. Tujuan Penulisan............................................................................................................... 1
II.
ISI
A.
Angin................................................................................................................................. 2
1.
Proses Terjadinya Angin............................................................................................. 2
2.
Macam-macam Angin................................................................................................. 3
B. Energi
Angin..................................................................................................................... 6
C. Pemanfaatan
Energi Angin............................................................................................... 7
1.
Pemanfaatan Energi Angin Zaman Dahulu................................................................ 7
2.
Pemanfaatan Energi Angin Masa Kini........................................................................ 9
2.1 Pengertian............................................................................................................. 9
2.2 Komponen
Pada Sistem PLTA (Angin)............................................................... 9
2.3 Proses
Pembangkit Listrik Tenaga Angin............................................................. 12
2.4 Kelebihan
dan Kekurangan PLTA........................................................................ 12
2.5 Klasifikasi
Turbin Angin....................................................................................... 15
2.6 Rumus................................................................................................................... 21
D. Perkembangan PLTB di Indonesia dan Dunia................................................................. 23
E. Kelebihan
dan Kekurangan dari Energy Angin................................................................ 23
III.
PENUTUP
A.
Kesimpulan........................................................................................................................ 26
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................ 28
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada
dasarnya, kebutuhan manusia terhadap energi semakin meningkat, setelah mulainya
revolusi industri, orang mulai menggunakan sumber energi yang tidak dapat
diperbaharui.Sumber dayanya yaitu bahan bakar fosil, batubara, gas alam dan
minyak bumi.Dengan hal ini, maka timbul kecemasan manusia terhadap sumber daya
konvensial yang tidak dapat diperbaharui, dan agar mempertahankan eksistensi
manusia di bumi ini harus dicarai energy alternative untuk menggantikan energy
bahan bakar fosil. Salah satu contoh energi alternatif pengganti fosil yaitu
energy angina, dan kali ini kami akan menjelaskan energi angina sebagai energy
konvensional.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, diperoleh beberapa
rumusan masalah antara lain:
1.
Bagaimana Proses Terjadinya Angin?
2.
Apa Saja Macam-Macam Angin?
3.
Apa Pengertian Energi Angin?
4.
Bagaimana Pemanfaatan Energi Angin pada
Zaman Dahulu dan Zaman Modern Sekarang?
5.
Bagaimana Perkembangan Pembangkit
Listrik Tenaga Air/Bayu (PLTB) di Indonesia dan Dunia?
6.
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan dari Energi
Angin?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin
dicapai dari penyusunan makalah ini antara lain yaitu:
1.
Untuk
mengetahui Proses Terjadinya Angin.
2.
Untuk
mengetahui Macam-macam Angin.
3.
Untuk
mengetahui Pengertian Energi Angin.
4.
Untuk
mengetahui Pemanfaatan Energi Angin Zaman Dahulu dan Sekarang
5.
Untuk
mengetahui Kelebihan dan Kekurangan dari Energi angin.
II.
ISI
A. Angin
1. Proses Terjadinya Angin
Penyinaran
atau radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi akan berbeda antara satu
tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan tersebut akan berakibat pada perbedaan
suhu udara, pada asasnya angin terjadi karena ada perbedaan suhu antara udara
panas dan udara dingin. Daerah yang menerima lebih banyak penyinaran matahari,
akan memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Pada
daerah ini, udara bergerak mengembang atau memuai sehingga tekanan udaranya
rendah.Pada daerah yang suhu udaranya lebih rendah, tekanan udaranya lebih
tinggi. Perbedaan tekanan udara ini akan mengakibatkan terjadinya gerakan udara
dari daerah yang tekanan udaranya lebih tinggi ke daerah yang tekanan udaranya
lebih rendah atau disebut angin.Misal, di daerah khatulistiwa yang panas,
udaranya menjadi panas, mengembang dan menjadi ringan, naik ke atas dan
bergerak ke daerah yang lebih dingin misalnya daerah kutub.Dengan demikian
terjadi suatu perputaran udara, berupa perpindahan udara dari kutub utara ke
garis khatulistiwa menyusuri permukaan bumi, dan sebaliknya, suatu perpindahan
udara dari garis khatulistiwa kembali ke kutub utara melalui lapisan udara yang
lebih tinggi.Perpindahan udara seperti ini dikenal sebagai angin pasat.
|
Gambar 1. skema terjadinya angin
(dikenal sebagai angin pasat)
|
Gambar 2. Sirkulasi Udara di Pantai pada Siang Hari
|
2. Macam-macam Angin
Walaupun
prosesnya sama seperti yang telah dijelaskan di atas, tetapi angin memiliki
berberapa jenis, yaitu:
1)
Angin Fohn
Angin
fohn adalah angin
jatuh yang panas dan kering.Maksud angin jatuh adalah angin yang menuruni
lereng gunung setelah sebelumnya bergerak naik ke puncak gunung.Pada saat angin
tersebut naik ke puncak gunung, angin tersebut mengalami penurunan suhu dan
terjadi pengembunan kemudian turun hujan.Pada saat melewati puncak gunung,
angin tersebut telah kering dan turun melewati puncak.Namun, suhu angin tersebut naik ketika bergerak
turun menuju lembah. Bahkan, ketika sampai lembah, angin tersebut suhunya lebih
tinggi dari suhu udara di lembah tersebut, sehingga orang yang tinggal di
lembah akan merasakan adanya aliran angin yang panas dan kering. Angin ini pada
awalnya dikenal di Jerman dan Austria, yaitu di lereng utara pegunungan Alpen.
Namun, ternyata angin tersebut juga ada di tempat lain seperti di Amerika
Serikat dan Kanada dengan nama Angin Chinook.
Di Indonesia juga dikenal sejumlah nama yang sebenarnya juga merupakan
angin fohn, dengan penyebutan/nama angin fohn berbeda-beda
antara satu daerah dengan daerah lainnya, yaitu Angin Bohorok di Deli Utara
Sumatera Utara, Angin Kumbang di Cirebon, Angin Gending di Probolinggo Jawa
Timur, Angin Brubu di Ujungpandang Sulawesi Selatan,Angin Wambrau di Daerah
Yapen dan Biak Papua.
2) Angin Darat dan Angin Laut
Angin darat
adalah angin yang bergerak dari arah darat ke laut, sedangkan angin laut adalah
angin yang bergerak dari laut ke darat.Pada saat siang hari
daratan lebih cepat panas daripada lautan, sementara itu pada malam hari
daratan lebih cepat dingin dari lautan. Perbedaan suhu ini akan mempengaruhi
tekanan udara antara darat dan laut. Pada siang
hari tekanan udara daratan lebih rendah daripada lautan sehingga udara
bergerak dari laut ke darat dan disebut angin
laut.Sebaliknya, pada malam hari
tekanan udara daratan lebih tinggi daripada lautan sehingga udara bergerak dari
darat ke laut dan disebut angin
darat.
|
Gambar 3. Skema Angin Laut
|
Gambar 4. Skema Angin Darat
|
3) Angin Lembah dan Angin Gunung
Pada siang hari
bagian lereng gunung akan lebih banyak dipanasi sinar matahari dibandingkan
dengan bagian lembahnya. Akibatnya, terjadi perbedaan tekanan udara antara
lereng gunung dan lembah.Lereng gunung tekanan udaranya lebih rendah
dibandingkan dengan lembah sehingga angin bergerak dari lembah menunju lereng
gunung. Angin tersebut dikenal dengan namaangin
lembah.Pada malam hari lereng
gunung suhunya lebih rendah dibandingkan dengan lembah. Akibatnya tekanan udara
di lereng gunung lebih tinggi dibandingkan dengan di bagian lembahnya, maka
angin bergerak dari lereng gunung menuju lembah, disebut angin gunung
Gambar 5
4)
Angin
Siklon dan Angin Antisiklon
Angin siklon dan angin
antisiklon antara belahan Bumi utara dan selatan arahnya berbeda. Perhatikan
gambar berikut
Gambar
6.
Dari gambar tersebut
bagaimana pendapatmu mengenai angin siklon dan antisiklon, baik di belahan Bumi
utara ataupun belahan Bumi selatan?Angin siklon merupakan udara yang bergerak
dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi menuju titik pusat tekanan udara
rendah di bagian dalam.Angin antisiklon bergerak dari daerah pusat tekanan
udara tinggi menuju tekanan udara rendah yang mengelilinginya di bagian
luar.Gerakan arah angin ini berputar.Di
daerah tropis, angin siklon sering terjadi di laut. Penyebutan angin siklon di
beberapa daerah berbeda-beda di antaranya sebagai berikut.Hurricane, yaitu angin siklon di Samudra Atlantik,Taifun, yaitu angin siklon di Laut Cina
Selatan,Siklon, yaitu angin siklon di
Teluk Benggala dan Laut Arab,Tornado,
yaitu angin siklon di daerah tropis Amerika,Sengkejan, yaitu angin siklon di Asia Barat.
5)
Angin Muson/Musim
Angin muson yang
terjadi di Indonesia ada dua, yaitu angin muson barat dan angin muson timur.Angin muson barat terjadi pada bulan
Oktober–April. Angin bergerak dari
arah barat (Asia) ke arah tenggara (Australia).Pergerakan angin muson barat
yang kaya uap air mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan.Saat itu kedudukan Matahari
berada di belahan Bumi selatan.Angin
muson timur terjadi pada bulan April–Oktober.Angin bergerak dari arah tenggara (Australia) ke arah
barat (Asia).Angin muson timur yang bersifat kering mengakibatkan sebagian
besar wilayah Indonesia mengalami musim
kemarau.Saat itu kedudukan Matahari berada di belahan Bumi utara.
6) Angin Puting Beliung
Pada
awal tahun 2007 sejumlah daerah di Indonesia dihantam angin puting beliung.
Akibatnya, banyak bangunan porak-poranda dan beberapa penghuninya mengalami
luka-luka karena diterjang angin tersebut.Sebab terjadinya angin puting beliung
ialah adanya angin yang berubah arah karena perbedaan pola tekanan.Angin puting
beliung biasanya terjadi pada musim pancaroba,
yaitu pada peralihan dari musim kemarau ke musim hujan dan dari musim hujan ke musim kemarau.Contoh:
Pada
saat akhir musim kemarau, seharusnya angin bergerak dari arah tenggara ke barat
karena tekanan udara di Australia (tenggara) lebih tinggi dari Asia
(barat).Namun, kadang tekanan udara di Asia lebih tinggi dari Australia
sehingga arah angin berubah arah.Arah angin yang kerap berubah inilah yang
menimbulkan terjadinya angin puting beliung.Intensitas angin puting
beliung kian berkurang begitu memasuki awal musim hujan.karena pada bulan itu
angin sepenuhnya akan berbalik arah, yaitu dari Asia ke Australia karena tekanan
udara di Asia lebih tinggi dari tekanan udara di Australia. Angin puting
beliung bisa terjadi lagi pada masa peralihan musim hujan ke musim
kemarau.Angin puting beliung biasanya melakukan aksinya antara 5–10 menit.Angin
itu memiliki gerak turbulensi dari atas, bawah, atas, dan seterusnya yang
ditimbulkan karena perbedaan tekanan.Angin ini selalu membawa partikel-partikel
air.Dengan kecepatan berkisar 60 km/jam dan beraksi 5–10 menit ditambah gerak
turbulen yang membawa partikel air, angin ini mempunyai daya rusak yang cukup
besar.
B. ENERGI
ANGIN
Energi angin merupakan bentuk yang jauh
berkelanjutan bebas dengan polusi energy.Energi Angin/ Tenaga angin
merupakan
pengumpulan energi yang berguna dari angin.Energi angin adalah salah satu jenis
sumber energi terbarukan yang potensial untuk menghasilkan energi listrik
maupun mekanik melalui proses konversi-konversi ke mekanik dan selanjutnya ke listrik.Kebanyakan tenaga angin modern
dihasilkan dalam bentuk listrik dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan
menggunakan generator listrik.Pada kincir angin energi angin digunakan untuk
memutar peralatan mekanik untuk melakukan kerja fisik, seperti menggiling
"grain" atau memompa air.Tenaga angin digunakan dalam ladang angin skala besar untuk penghasilan
listrik nasional dan juga dalam turbin individu kecil untuk menyediakan listrik
di lokasi yang terisolir.Tenaga angin banyak jumlahnya, tidak terbatas,
tersebar luas, bersih, dan mengurangi efek rumah kaca.
C. PEMANFAATAN
ENERGI ANGIN
Beberapa tahun belakangan ini manfaat
energi angin lebih diperhatikan untuk alternatif
energi dalam berbagai bidang.Mulai untuk energi tenaga pembangkit listrik,
penggerak peralatan industri, hingga aplikasi pada aspek lainnya.Di berbagai
negara, manfaat dari adanya energi angin ini sangat membantu di bidang energi
pembangkit tenaga listrik.
Energi angin merupakan salah satu
sumber energi tertua, dan konversi energi angin menjadi bentuk energi yang
berguna telah dilakukan selama lebih dari 5000 tahun untuk tujuan seperti
mendorong perahu dan kapal layar.Dewasa ini energi angin banyak digunakan untuk
menghasilkan listrik, dan merupakan salah satu sektor energi terbarukan paling
maju dengan potensi di tahun-tahun mendatang memiliki rasio yang jauh lebih
besar sebagai pemasok kebutuhan energi dunia dibandingkan di saat ini.
Meskipun pada awalnya, tenaga
pembangkit listrik dengan tenaga angin ini menghabiskan banyak biaya
operasional, semakin canggihnya perkembangan teknologi terkini membuat
penggunaan energi angin untuk pembangkit tenaga listrik menjadi lebih semakin
efisien sehingga menurunkan biaya operasional yang dibutuhkan.Tidak heran, jika
energi angin untuk pembangkit tenaga listrik ini menjadi salah satu pasokan
listrik untuk beberapa negara, termasuk Indonesia.
1. Pemanfaatan
Energi Angin Zaman Dahulu
Energi angin telah lama dikenal dan
dimanfaatkan manusia.Energi
angin telah dimanfaatkan banyak orang sejak awal sejarah. Pada awal 5000 SM
sudah banyak orang yang memanfaatkan energi angin untuk mendorong Perahu
bertenaga angin (menggunakan layar) di
sepanjang Sungai Nill Tak hanya itu saja, pada 200 SM China sudah
memanfaatkan kincir angin sederhana untuk memompa air. sedangkan kincir angin
sumbu vertikal dengan latar buluh tenun digunakan untuk menggiling
biji-bijian di Persia dan juga Timur Tengah.
Perahu-perahu layar menggunakan energi
ini untuk melewati perairan sudah lama sekali.Pasukan-pasukan Viking yang
sangat ditakuti sekian ratus tahun yang lalu mempergunakan kapal-kapal layar
kecil untuk menelurusi pantai-pantai Eropa dan Skandinavia.Christopher Columbus
masih memakai kapal layar besar di abad ke-15 untuk menemukan benua Amerika.
Ditemukan kincir angin telah digunakan
untuk menggiling tepung di Persia pada abad ke-7.Sungguh pun bentuk
kincir-kincir angin ini berlainan dengan kincir-kincir angin di Eropa,
kincir-kincir angin Persia itu merupakan asal muasal kipas angin Eropa.Kincir
angin di Negeri Belanda yang dipakai untuk menggerakkan pompa irigasi dan untuk
menggiling tepung hingga kini masih tersohor, walaupun pada saat ini hanya
berfungsi sebagai objek pariwisata.Akan tetapi, dalam rangka mencari
bentuk-bentuk sumber energi yang bersih dan terbarukan kembali energy angin
mendapat perhatian yang besar.
Bahkan pada abah 17 sebelum masehi,
energy angina telah dimanfaatkan untuk proses irigasi pertanian oleh masyarakat
Babilonia kuno. Pada bidang kelautan, energy angin digunakan sejak ribuan tahun
lalu sebagai penggerak pada layar kapal.Di bagian belahan dunia lainnya, energi
angin ini telah lama digunakan sebagai penggerak kincir angina untuk keperluan
penggilingan gandum atau tepung.
Pada
abad ke 11 cara memanfaatkan dan menggunakan energi angin akhirnya sudah
menyebar ke seluruh dunia. Pada abad tersebut orang-orang di Timur Tengah
menggunakan kincir angin secara luas untuk memproduksi pangan.Di Eropa sendiri
mulai terkenal energi angin semenjak para pedagang dan tentara salib yang
pulang dengan membawa ide ini.Sedangkan Belanda mulai menyempurnakan kincir
angin untuk menguras danau dan rawa-rawa yang ada di Delta Sungai Rhine.
Di
akhir Abad 19 teknologi alternatif ini sudah mulai dimanfaatkan untuk memompa
air di peternakan, pertanian serta menghasilkan energi listrik untuk
rumah-rumah dan industri.Di akhir tahun 1920, Amerika menggunakan kincir angin
kecil untuk menghasilkan listrik di daerah pedesaan yang belum menikmati
layakan listrik.Akan tetapi semenjak layanan listrik sudah sampai di pedesaan,
penggunaan kincir angin sudah mulai ditinggalkan.
Namun
pada tahun 1970-an kincir angin kembali dilirik dan digunakan kembali karena
kekurangan asokan minyak. Tentunya hal ini membuka jalan untuk menghasilkan pembangkit listrik tenaga angin sebagai sumber energi
alernatif.Manusia terus berusaha memanfaatkan energi di sekitarnya untuk
menciptakan kehidupan yang lebih praktis.
2. Pemanfaatan
Energi Angin Masa Kini : Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/ Angin
2.1 Pengertian
Pembangkit listrik tenaga angin
adalah suatu pembangkit listrik yang menggunakan angin sebagai sumber energi
untuk menghasilkan energi listrik.Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi
angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir
angin.Sistem pembangkitan listrik menggunakan angin sebagai sumber energi
merupakan sistem alternatif yang sangat berkembang pesat, mengingat angin
merupakan salah satu energi yang tidak terbatas di alam.
2.2
Komponen pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Gambar 7.
Sistem pembangkit listrik tenaga
angin ini merupakan pembangkit listrik yang menggunakan turbin angin (wind turbine) sebagai peralatan
utamanya.
Berikut skema rangkaian pembangkit listrik tenaga angin secara skala kecil
Berikut skema rangkaian pembangkit listrik tenaga angin secara skala kecil
Gambar 8
1. Turbin Angin.
Bagian ini merupakan komponen
utama untuk mendapatkan semaksimal mungkin hembusan angin.Bagian ini merupakan
bagian paling sulit dibangun jika anda berniat membangunnya sendiri.Eksperimen
terus menerus dengan sabar sehingga didapatkan kesesuaian antara kekuatan
hembusan angin, ukuran baling-baling dan kemampuan generator.
Gambar 9
Bagian ini terdiri dari tiga
bagian, yaitu:
a. Baling-baling, yang berfungsi mengubah hembusan angin menjadi energi kinetik untuk memutar generator listrik. Semakin panjang baling-baling akan semakin luas area yang di sapu, akan semakin banyak menerima terpaan angin sehingga akan semakin besar energi putaran (mekanik) yang dihasilkan untuk memutar generator.Adakalanya sebelum poros baling-baling disambung ke generator listrik, ditambahkan gear-box, untuk menambah / mengurangi kecepatan putar generator listrik sesuai kebutuhan.
Gambar 10.
b. Generator listrik, yang berfungsi mengubah energi
kinetik menjadi arus listrik, yang kemudian diteruskan ke bagian 2
(Controller). Untuk skala kecil umumnya menggunakan generator listrik DC.Jika
menggunakan aki 12V sebagai penyimpan arusnya, maka generatornya harus mampu
mengeluarkan tegangan minimal 12 V agar dapat mengisi aki.
c. Ekor turbin angin, yang berfungsi mengarahkan unit turbin angin agar selalu berhadapan dengan arah angin.
c. Ekor turbin angin, yang berfungsi mengarahkan unit turbin angin agar selalu berhadapan dengan arah angin.
2.
Unit pengontrol (Controller).
Bagian ini berfungsi mengubah
arus listrik AC menjadi arus listrik DC (jika menggunakan generator AC) dan
mengontrol pengisian arus listrik ke dalam battery agar tidak merusak battery
karena pengisisan aki yang berlebihan (over charging).
3. Battery (aki).
Bagian
ini akan menyimpan arus listrik yang dihasilkan generator listrik agar bisa
digunakan setiap saat. Jenis aki yang digunakan sebaiknya jenis Deep Cycle Battery.Karena
keterbatasan ketersediaan akan energi angin (tidak sepanjang hari angin akan
selalu tersedia) maka ketersediaan listrik pun tidak menentu. Oleh karena itu
digunakan alat penyimpan energi yang berfungsi sebagai back-up energi listrik.
Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau ketika kecepatan
angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan akan daya listrik
tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan sebagian energi
yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin berputar
kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun
.
4.
Inverter.
Bagian ini berfungsi mengubah tegangan listrik DC 12V dari aki menjadi tegangan listrik AC 220V / 110V untuk perlatan rumah tangga yang bekerja pada tegangan 220V / 110V.
2.3 Proses
Pembangkitan Listrik Tenaga Angin
Suatu pembangkit listrik dari energi angin merupakan hasil
dari penggabungan dari bebrapa turbin angin sehingga akhirnya dapat
menghasilkan listrik.
Cara kerja dari pembangkitan listrik tenaga angin ini yaitu
awalnya energi angin memutar turbin angin.Turbin angin bekerja berkebalikan
dengan kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik, namun
menggunakan angin untuk menghasilkan listrik). Kemudian angin akan
memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di
bagian belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak menjadi energi
listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator dipasang
dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros
terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang
membentuk loop. Ketika poros
generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya
karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik
tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui
kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat.Tegangan dan
arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC (alternating current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih
sinusoidal. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum
dapat dimanfaatkan.
2.4 Kelebihan
dan Kekurangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin
·
Kelebihan
Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga
angin secara prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal
ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin
yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil. Oleh karenanya
tenaga angin dapat berkontribusi dalam ketahanan energi dunia di masa depan.
Tenaga angin juga merupakan sumber energi yang ramah lingkungan, dimana
penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang atau polusi yang
berarti ke lingkungan.
·
Kekurangan
Penetapan sumber daya angin dan
persetujuan untuk pengadaan ladang angin merupakan proses yang paling lama
untuk pengembangan proyek energi angin. Hal ini dapat memakan waktu hingga 4
tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang membutuhkan studi dampak
lingkungan yang luas.
Emisi karbon ke lingkungan dalam
sumber listrik tenaga angin diperoleh dari proses manufaktur komponen serta
proses pengerjaannya di tempat yang akan didirikan pembangkit listrik tenaga
angin. Namun dalam operasinya membangkitkan listrik, secara praktis pembangkit
listrik tenaga angin ini tidak menghasilkan emisi yang berarti.Jika
dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan batubara, emisi karbon dioksida
pembangkit listrik tenaga angin ini hanya seperseratusnya saja.Disamping karbon
dioksida, pembangkit listrik tenaga angin menghasilkan sulfur dioksida,
nitrogen oksida, polutan atmosfir yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan
pembangkit listrik dengan menggunakan batubara ataupun gas. Namun begitu,
pembangkit listrik tenaga angin ini tidak sepenuhnya ramah lingkungan, terdapat
beberapa masalah yang terjadi akibat penggunaan sumber energi angin sebagai
pembangkit listrik, diantaranya adalah dampak visual , derau suara, beberapa masalah
ekologi, dan keindahan.
Dampak visual biasanya merupakan hal
yang paling serius dikritik.Penggunaan ladang angin sebagai pembangkit listrik
membutuhkan luas lahan yang tidak sedikit dan tidak mungkin untuk
disembunyikan. Penempatan ladang angin pada lahan yang masih dapat digunakan
untuk keperluan yang lain dapat menjadi persoalan tersendiri bagi penduduk
setempat. Selain mengganggu pandangan akibat pemasangan barisan pembangkit
angin, penggunaan lahan untuk pembangkit angin dapat mengurangi lahan pertanian
serta pemukiman.Hal ini yang membuat pembangkitan tenaga angin di daratan
menjadi terbatas.Beberapa aturan mengenai tinggi bangunan juga telah membuat
pembangunan pembangkit listrik tenaga angin dapat terhambat.Penggunaan tiang
yang tinggi untuk turbin angin juga dapat menyebabkan terganggunya cahaya
matahari yang masuk ke rumah-rumah penduduk.Perputaran sudu-sudu menyebabkan
cahaya matahari yang berkelap-kelip dan dapat mengganggu pandangan penduduk
setempat.
Efek lain akibat penggunaan turbin angin
adalah terjadinya derau frekuensi rendah. Putaran dari sudu-sudu turbin angin
dengan frekuensi konstan lebih mengganggu daripada suara angin pada ranting
pohon.Selain derau dari sudu-sudu turbin, penggunaan gearbox serta
generator dapat menyebabkan derau suara mekanis dan juga derau suara
listrik.Derau mekanik yang terjadi disebabkan oleh operasi mekanis
elemen-elemen yang berada dalam nacelle atau rumah pembangkit
listrik tenaga angin.Dalam keadaan tertentu turbin angin dapat juga menyebabkan
interferensi elektromagnetik, mengganggu penerimaan sinyal televisi atau
transmisi gelombang mikro untuk perkomunikasian.
Penentuan ketinggian dari turbin
angin dilakukan dengan menganalisa data turbulensi angin dan kekuatan
angin.Derau aerodinamis merupakan fungsi dari banyak faktor seperti desain
sudu, kecepatan perputaran, kecepatan angin, turbulensi aliran masuk. Derau
aerodinamis merupakan masalah lingkungan, oleh karena itu kecepatan
perputaran rotor perlu dibatasi di bawah 70m/s. Beberapa ilmuwan berpendapat
bahwa penggunaan skala besar dari pembangkit listrik tenaga angin dapat merubah
iklim lokal maupun global karena menggunakan energi kinetik angin dan mengubah
turbulensi udara pada daerah atmosfir.
Pengaruh ekologi yang terjadi dari
penggunaan pembangkit tenaga angin adalah terhadap populasi burung dan
kelelawar.Burung dan kelelawar dapat terluka atau bahkan mati akibat terbang
melewati sudu-sudu yang sedang berputar.Namun dampak ini masih lebih kecil jika
dibandingkan dengan kematian burung-burung akibat kendaraan, saluran transmisi
listrik dan aktivitas manusia lainnya yang melibatkan pembakaran bahan bakar
fosil.Dalam beberapa studi yang telah dilakukan, adanya pembangkit listrik
tenaga angin ini dapat mengganggu migrasi populasi burung dan kelelawar.Pembangunan
pembangkit angin pada lahan yang bertanah kurang bagus juga dapat menyebabkan
rusaknya lahan di daerah tersebut.
Ladang angin lepas pantai memiliki
masalah tersendiri yang dapat mengganggu pelaut dan kapal-kapal yang
berlayar.Konstruksi tiang pembangkit listrik tenaga angin dapat mengganggu
permukaan dasar laut. Hal lain yang terjadi dengan konstruksi di lepas pantai
adalah terganggunya kehidupan bawah laut. Efek negatifnya dapat terjadi
seperti di Irlandia, dimana terjadinya polusi yang bertanggung jawab atas
berkurangnya stok ikan di daerah pemasangan turbin angin.Studi baru-baru
ini menemukan bahwa ladang pembangkit listrik tenaga angin lepas
pantai menambah 80 – 110 dB kepada noise frekuensi rendah yang dapat mengganggu
komunikasi ikan paus dan kemungkinan distribusi predator laut. Namun
begitu, ladang angin lepas pantai diharapkan dapat menjadi tempat pertumbuhan
bibit-bibit ikan yang baru.Karena memancing dan berlayar di daerah sekitar
ladang angin dilarang, maka spesies ikan dapat terjaga akibat adanya
pemancingan berlebih di laut.
Dalam operasinya, pembangkit listrik
tenaga angin bukan tanpa kegagalan dan kecelakaan.Kegagalan operasi sudu-sudu
dan juga jatuhnya es akibat perputaran telah menyebabkan beberapa kecalakaan
dan kematian.Kematian juga terjadi kepada beberapa penerjun dan pesawat terbang
kecil yang melewati turbin angin.Reruntuhan puing-puing berat
yang dapat terjadi merupakan bahaya yang perlu diwaspadai, terutama
di daerah padat penduduk dan jalan raya. Kebakaran pada turbin angin dapat
terjadi dan akan sangat sulit untuk dipadamkan akibat tingginya
posisi api sehingga dibiarkan begitu saja hingga terbakar habis. Hal ini dapat
menyebarkan asap beracun dan juga dapat menyebabkan kebakaran berantai yang
membakar habis ratusan acre lahan pertanian. Hal ini
pernah terjadi pada Taman Nasional Australia dimana 800 km2 tanah
terbakar.Kebocoran minyak pelumas juga dapat teradi dan dapat
menyebabkan terjadinya polusi daerah setempat, dalam beberapa kasus dapat
mengkontaminasi air minum.
Meskipun dampak-dampak lingkungan
ini menjadi ancaman dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga angin, namun
jika dibandingkan dengan penggunaan energi fosil, dampaknya masih jauh lebih
kecil.Selain itu penggunaan energi angin dalam kelistrikan telah turut serta
dalam mengurangi emisi gas buang.
2.5 Klasifikasi
Jenis Turbin Angin
Turbin angin adalah kincir angin
yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik.Saat ini pembangunan turbin
angin masih belum dapat menyaingi pembangkit listrik konvensional (Contoh: PLTD,
PLTU, dll), namun turbin masih lebih dikembangkan oleh para ilmuwan karena
dalam waktu dekat manusia akan dihadapkan dengan masalah kekurangan sumber daya
alam tak dapat diperbaharui (Contoh: batubara, minyak bumi) sebagai bahan dasar
untuk membangkitkan listrik. Turbin angin dapat dibagi menjadi dua kategori
utama, yaitu: turbin angin sumbu horizontal dan turbin angin sumbu vertikal
(Daryanto, 2007)
2.5.1 Turbin
Angin Sumbu Horizontal
Turbin angin sumbu horizontal merupakan turbin angin
yang sumbu rotasi rotornya paralel terhadap permukaan tanah.Turbin angin sumbu
horizontal memiliki poros rotor utama dan generator listrik di puncak menara
dan diarahkan menuju dari arah datangnya angin untuk dapat memanfaatkan energi
angin. Rotor turbin angin kecil diarahkan menuju dari arah datangnya angin
dengan pengaturan baling – baling angin sederhana sedangkan turbin angin besar
umumnya menggunakan sensor angin dan motor yang mengubah rotor turbin mengarah
pada angin. Berdasarkan prinsip aerodinamis, rotor turbin angin sumbu
horizontal mengalami gayalift dan gaya drag, namun gaya lift
jauh lebih besar dari gaya drag sehingga rotor turbin ini lebih dikenal
dengan rotor turbin tipe lift.
Turbin angin sumbu horizontal (TASH) memiliki poros rotor
utama dan generator listrik di puncak menara. Turbin
berukuran kecil diarahkan oleh sebuah baling-baling angin
(baling-baling cuaca) yang sederhana, sedangkan turbin berukuran besar pada
umumnya menggunakan sebuah sensor angin yang digandengkan ke sebuah servo motor.
Sebagian besar memiliki sebuah gearbox
yang mengubah perputaran kincir yang pelan menjadi lebih cepat berputar.
Karena sebuah menara menghasilkan turbulensi
di belakangnya, turbin biasanya diarahkan melawan arah anginnya
menara.Bilah-bilah turbin dibuat kaku agar mereka tidak terdorong menuju menara
oleh angin berkecepatan tinggi. Sebagai tambahan, bilah-bilah itu diletakkan di
depan menara pada jarak tertentu dan sedikit dimiringkan.
Karena turbulensi menyebabkan kerusakan struktur
menara, dan realibilitas begitu penting, sebagian besar TASH merupakan mesin
upwind (melawan arah angin).Meski memiliki permasalahan turbulensi, mesin
downwind (menurut jurusan angin) dibuat karena tidak memerlukan mekanisme
tambahan agar mereka tetap sejalan dengan angin, dan karena di saat angin
berhembus sangat kencang, bilah-bilahnya bisa ditekuk sehingga mengurangi
wilayah tiupan mereka dan dengan demikian juga mengurangi resintensi angin dari
bilah-bilah itu.
Dilihat dari jumlah sudu, turbin angin sumbu
horizontal terbagi menjadi:
·
Turbin angin satu sudu (single blade)
·
Turbin angin dua sudu (double blade)
·
Turbin angin tiga sudu (three blade)
·
Turbin angin banyak sudu (multi blade)
Gambar
12.
Kelebihan dari TASH ini adalah Dasar menara yang tinggi
membolehkan akses ke angin yang lebih kuat di tempat-tempat yang memiliki geseran angin (perbedaan antara laju dan arah
angin antara dua titik yang jaraknya relatif dekat di dalam atmosfer bumi. Di
sejumlah lokasi geseran angin, setiap sepuluh meter ke atas, kecepatan angin
meningkat sebesar 20%.
Kekurangannya adalah Menara yang tinggi serta bilah yang panjangnya bisa
mencapai 90 meter sulit diangkut. Diperkirakan besar biaya transportasi bisa
mencapai 20% dari seluruh biaya peralatan turbin angin.TASH yang tinggi sulit
dipasang, membutuhkan derek yang yang sangat tinggi dan mahal serta para
operator yang tampil.Konstruksi menara yang besar dibutuhkan untuk menyangga
bilah-bilah yang berat, gearbox, dan generator.TASH yang tinggi bisa
memengaruhi radar
airport.Ukurannya yang tinggi merintangi jangkauan pandangan dan mengganggu
penampilan lansekap.Berbagai varian downwind menderita kerusakan struktur yang
disebabkan oleh turbulensi.TASH membutuhkan mekanisme kontrol yaw
tambahan untuk membelokkan kincir ke arah angin.
2.5.2 Turbin
Angin Sumbu Vertikal
Turbin angin sumbu vertikal merupakan turbin angin
yang sumbu rotasi rotornya tegak lurus terhadap permukaan tanah.Jika dilihat
dari efisiensi turbin, turbin angin sumbu horizontal lebih efektif dalam
mengekstrak energi angin dibanding dengan turbin angin sumbu vertikal.
Dengan sumbu yang vertikal, generator serta gearbox
bisa ditempatkan di dekat tanah, jadi menara tidak perlu menyokongnya dan lebih
mudah diakses untuk keperluan perawatan.Tapi ini menyebabkan sejumlah desain
menghasilkan tenaga putaran yang berdenyut.Drag
(gaya yang menahan pergerakan sebuah benda padat melalui fluida (zat cair atau
gas) bisa saja tercipta saat kincir berputar.
Karena sulit dipasang di atas menara, turbin sumbu
tegak sering dipasang lebih dekat ke dasar tempat ia diletakkan, seperti tanah
atau puncak atap sebuah bangunan. Kecepatan angin lebih pelan pada ketinggian
yang rendah, sehingga yang tersedia adalah energi angin yang sedikit. Aliran
udara di dekat tanah dan obyek yang lain mampu menciptakan aliran yang
bergolak, yang bisa menyebabkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan
getaran, diantaranya kebisingan dan bearing wear yang akan meningkatkan
biaya pemeliharaan atau mempersingkat umur turbin angin. Jika tinggi puncak
atap yang dipasangi menara turbin kira-kira 50% dari tinggi bangunan, ini
merupakan titik optimal bagi energi angin yang maksimal dan turbulensi angin
yang minimal.
Kelebihan TASV adalah
turbin tidak harus diarahkan ke angin agar menjadi efektif.Kelebihan ini sangat
berguna di tempat-tempat yang arah anginnya sangat bervariasi.VAWT mampu
mendayagunakan angin dari berbagai arah.Turbin angin sumbu vertikal tidak harus
diubah posisinya jika arah angin berubah, tidak seperti turbin angin horizontal
yang memerlukan mekanisme tambahan untuk menyesuaikan rotor turbin dengan arah
angin.Tidak membutuhkan struktur menara yang besar Konstruksi turbin sederhana.Turbin angin sumbu vertikal dapat
didirikan dekat dengan permukaan tanah, sehingga memungkinkan menempatkan
komponen mekanik dan komponen elektronik yang mendukung beroperasinya turbin.
Tidak membutuhkan struktur menara yang besar.Karena bilah-bilah rotornya
vertikal, tidak dibutuhkan mekanisme yaw.Sebuah TASV bisa diletakkan lebih
dekat ke tanah, membuat pemeliharaan bagian-bagiannya yang bergerak jadi lebih
mudah.TASV memiliki sudut airfoil (bentuk bilah sebuah baling-baling yang
terlihat secara melintang) yang lebih tinggi, memberikan keaerodinamisan yang
tinggi sembari mengurangi drag pada tekanan yang rendah dan
tinggi.Desain TASV berbilah lurus dengan potongan melintang berbentuk kotak
atau empat persegi panjang memiliki wilayah tiupan yang lebih besar untuk
diameter tertentu daripada wilayah tiupan berbentuk lingkarannya TASH.TASV
memiliki kecepatan awal angin yang lebih rendah daripada TASH. Biasanya TASV
mulai menghasilkan listrik pada 10 km/jam (6 m.p.h.). TASV biasanya memiliki tip speed
ratio (perbandingan antara kecepatan putaran dari ujung sebuah bilah dengan
laju sebenarnya angin) yang lebih rendah sehingga lebih kecil kemungkinannya
rusak di saat angin berhembus sangat kencang.TASV bisa didirikan pada
lokasi-lokasi dimana struktur yang lebih tinggi dilarang dibangun.TASV yang
ditempatkan di dekat tanah bisa mengambil keuntungan dari berbagai lokasi yang
menyalurkan angin serta meningkatkan laju angin (seperti gunung atau bukit yang
puncaknya datar dan puncak bukit). TASV
tidak harus diubah posisinya jika arah angin berubah.Kincir pada TASV mudah
dilihat dan dihindari burung.
Kekurangan TASV adalah kebanyakan
TASV memproduksi energi hanya 50% dari efisiensi TASH karena drag tambahan yang
dimilikinya saat kincir berputar.TASV tidak mengambil keuntungan dari angin
yang melaju lebih kencang di elevasi yang lebih tinggi.Kebanyakan TASV
mempunyai torsi awal yang rendah, dan membutuhkan energi untuk mulai berputar. Sebuah
TASV yang menggunakan kabel untuk menyanggahnya memberi tekanan pada bantalan
dasar karena semua berat rotor dibebankan pada bantalan.Kabel yang dikaitkan ke
puncak bantalan meningkatkan daya dorong ke bawah saat angin bertiup.
Turbin
sumbu vertikal dibagi menjadi dua jenis yaitu: Darrieus dan Savonius
·
Darrieus
Penemu
rotor ini adalah seorang Prancis bernama George Jean Darieus, yang dalam tahun
1931 mendapatkan paten untuk jenis kincir angin ini. Kincir angin model Darieus
cocok untuk putaran tinggi.
Gambar 14. Rotor Darieus
Karena
tidak dapat start sendiri, maka rotor ini memerlukan sebuah alat pembantu untuk
permulaan berputar.Gambar 14 Rotor Darieus memperlihatkan bentuk prinsip sebuah
rotor model Darieus dengan dua sudu. Menurut perkiraan, listrik yang diproduksi
dengan tenaga angin akan mempunyai harga sekitar 15 sen US (1k Rp 300/kWh) per
kWh. Harga ini masih mahal. Namun demikian, tenaga angina mempunyai prospek
yang baik untuk unit-unit yang kecil, terutama untuk tempat-tempat yang jauh
dari jaringan listrik, dimana sulit dapat diperoleh bahan bakar.LAPAN juga
membuat suatu prototype kincir model Dariues, yang mempunyai garis tengah 7
meter, yang dapat membangkitkan 1870 watt, pada kecepatan angina rata-rata 6
meter per detik. Kincir ini dipasang di Pameungpeuk, dekat Garut, pantai
selatan Jawa Barat. Untuk keperluan start, kincir angina ini diperlengkapi
kincir model Savonius, yang terdiri atas belahan-belahan silinder.
Gambar
15.Foto Sebuah Kincir Angin Model Darieus, Buatan Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia, Jakarta.
Turbin angin Darrieus pada umumnya dikenal sebagai
turbin eggbeater.Turbin angin Darrieus pertama kali ditemukan oleh
Georges Darrieus pada tahun 1931. Turbin angin Darrieus merupakan turbin angin
yang menggunakan prinsip aerodinamik dengan memanfaatkan gayalift pada
penampang sudu rotornya dalam mengekstrak energi angin.
Turbin Darrieus memiliki torsi rotor yang rendah
tetapi putarannya lebih tinggi dibanding dengan turbin angin Savonius sehingga
lebih diutamakan untuk menghasilkan energi listrik.Namun turbin ini membutuhkan
energi awal untuk mulai berputar.Rotor turbin angin Darrieus pada umumnya
memiliki variasi sudu yaitu dua atau tiga sudu.Modifikasi rotor turbin angin
Darrieus disebut dengan turbin angin H.
·
Savonius
Turbin
Savonius diciptakan pertama kali di negara Finlandia Rotor
Savonius dikembangkan pertama kali oleh J. Savonius pada tahun1920an.Konsep
awal Savonius sendiri pertama kali dikembangkan oleh Flettner.Savonius banyak
digunakan sebagai sebuah rotor, dimana bentuknyadan berbentuk S apabila dilihat dari atas.dibuat
dari sebuah silinder yang dipotong pada sumbu bidang sentral menjadi dua bagian
dan bagian tersebut disusun menyilang. Turbin jenis ini secara umumnya bergerak lebih perlahan
dibandingkan jenis turbin angin sumbu horizontal, tetapi menghasilkan torsi
yang besar.
|
Gambar
16.
|
Gambar 17.Turbin Savonius Standar
|
|
Gambar 18.Rotor Savonius dengan dua sudu
|
|
Seperti tampak Gambar
18 Geometri dari rotor Savonius memungkingkan aliran fluida mengalir tegak
lurus terhadap bidang sudu bagian cembung dan bagian cekung. Dimana koefisien
drag untuk aliran tegak lurus dengan bidang cembung sebesar 1.2, sementara
koefisien drag untuk sisi cekung hampir sebesar dua kalinya yaitu 2.1 [5].
Karena gaya drag yang dihasilkan pada bagian cekung lebih besar, hal ini akan
mempengaruhi torsi putaran Savonius. Rotor yang bekerja dibawah pengaruh gaya
drag umumnya mempunyai torsi awal yang besar tetapi memiliki efisiensi yang
lebih kecil bila dibandingkan dengan rotor yang bekerja dengan gaya lift.
Karena keuntungan inilah banyak orang memanfaatkan sebagai penggerak awal dari
turbin poros vertikal tipe lift seperti yang dilakukan oleh R.gupta, R.Das dan
K.K. Sharma dalam penelitiannya menggabungkan turbin Savonius-Darius.
Turbin Savonius memiliki beberapa
keunggulan, antara lain desainnya
simpel dan biaya konstruksinya rendah. Mampu menangkap fluida dari segala
arah.Memiliki starting torque yang tinggi.Memiliki kecepatan operasi
yang rendah (rpm).Mudah dan murah dari segi perawatan.
Selain keunggulan-keunggulan diatas,
turbin rotor Savonius juga memiliki beberapa kekurangan. Yang pertama, variasi
torsi yang cukup besar menyebabkan getaran pada rotor dan akibatnya menurunkan
daya ketahanan ( durability) pada rotor. Kemudian yang kedua adalah ada
beberapa posisi arah angular yang memiliki torsi statik bernilai negatif atau
sangat rendah.Hal ini merupakan suatu kendala ketika rotor Savonius digunakan
sebagai starter. Sebelumnya, beberapa peneliti terfokus pada bagaimana
cara meningkatkan torsi karakteristik Savonius. Sheldahl melakukan uji
terowongan angin pada rotor tiga bucket. Khan menumpuk sebuah rotor
Savonius biasa dengan rotor lain dengan sudut pergeseran fasa 90°. Pada kedua
penelitian tersebut, kisaran negative starting torque menurun dan
variasi torsi menjadi sedikit lebih kecil dari rotor biasa.Namun nilai torsinya
masih terhitung besar jika hanya digunakan sebagai starter.
2.6 Rumus
Sebagaimana
diketahui menurut fisika klasik energy kinetic dari sebuah benda dengan massa m
dan kecepatan v adalah E =0,5 mv2, dengan ketentuan, kecepatan v
tidak mendekati kecepatan cahaya. Rumus itu berlaku juga untuk angin yang
merupakan udara yang bergerak.
Sehingga E=0,5 mv2
Dengan
E = energy (joule)
m = massa udara (Kg)
v = kecepatan angin (m/detik)
bilamana
suatu “blok” udara, yang mempunyai penampang A m2, dan bergerak
dengan kecepatan v m/detik, maka jumlah massa yang melewati sesuatu tempat
adalah :
m = A.v.q (Kg/detik);
dengan A = penampang (m2);
v = kecepatan (m/detik);
q = kepadatan udara (Kg/m3)
Dengan demikian maka
energy yang dapat dihasilkan per satuan waktu adalah :
P = E per satuan waktu
0,5
q.A.v3 per satuan waktu
Dengan
P = daya (W)
E = energy (J)
q = kepadatan udara (Kg/m3)
A = penampang (m2)
v = kecepatan (m/detik)
Untuk keperluan praktis
sering dipakai rumus pendekatan berikut :
P = k.A.v3
Dengan P = daya (kW);
k = suatu konstanta (1,37. 10-5);
A = luas sudu kipas (m2);
v = kecepatan angin (Km/jam).
Walaupun
dalam rumus di atas besaran-besaran k dan A digambarkan sebagai
konstanta-konstanta, pada asasnya dalam besaran k tercermin pula factor-faktor
seperti gesekan dan efisiensi system, yang mungkin juga tergantung dari
kecepatan angin v. sedangkan luas A tergantung pula misalnya dari bentuk sudu,
yang juga dapat berubah dengan besaran v. Oleh karena itu untuk suatu kupas
angin tertentu, besaran-besaran k dan A dapat dianggap konstan hanya dalam suatu
jarak capai angin terbatas.
Untuk
keperluan-keperluan estimasi sementara yang sangat kasar, sering dipakai rumus
sederhana berikut :
P = 0,1.v3
Dengan
P = daya (W/m2)
v = kecepatan angin (m/detik)
Perhitungan daya yang dapat dihasilkan oleh
sebuah turbin angin dengan diameter kipas r adalah :
dimana
adalah kerapatan angin pada waktu tertentu dan
adalah kecepatan angin
pada waktu tertentu.
D. PERKEMBANGAN
PLTB DI INDONESIA DAN DUNIA
Pada saat ini, sistem pembangkit
listrik tenaga angin mendapat perhatian yang cukup besar sebagai sumber energi
alernatif yang bersih, aman, serta ramah lingkungan serta kelebihan-kelebihan
lain yang telah disebutkan sebelumnya di atas.Turbin angin skala kecil
mempunyai peranan penting terutama bagi daerah-daerah yang belum terjangkau
oleh jaringan listrik .Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi
terbaru yang paling berkembang saat ini. Berdasarkan data dari WWEA (World
Wind Energi Association), sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik
yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93,85 GW dan menghasilkan lebih dari
1% dari total kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan
negara terdepan dalam pemanfaatan energi angin.Diharapkan pada tahun 2010,
total kapasitas pembangkit listrik tenaga angin secara global mencapai 170
GigaWatt.
Indonesia, negara kepulauan yang 2/3
wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ±
80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik
tenaga angin.
Namun, pada akhir tahun 2007 telah
dibangun kincir angin pembangkit dengan kapasitas kurang dari 800 watt dibangun
di empat lokasi, masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua
unit, dan Nusa Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit.
Kemudian, di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin pembangkit berkapasitas
masing-masing 80 kilowatt (kW) mulai dibangun. Mengacu pada kebijakan energi
nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) ditargetkan mencapai 250
megawatt (MW) pada tahun 2025.
E. Kelebihan dan Kekurangan dari
Energi Angin
Energi angin saat ini adalah sumber energi terbarukan yang
paling populer di dunia dan berikut ini adalah beberapa keunggulan dan
kelemahan penggunaan energi angin:
1.
Keunggulan/Kelebihan
Salah satu keuntungan dari
pemanfaatkan energi angin adalah angin merupakan salah satu sumber energi
terbarukan yang ekonomis di banyak Negara.Tak hanya itu saja, kekhawatiran
mengenai emisi dari bahan bakar fosil, harga bahan bakar fosil yang tinggi
serta dukungan pemerintah mengenai pemanfaatan energi angin membuat energi
alternatif yang satu ini digunakan oleh berbagai negara untuk menghasilkan
energi listrik dan lainnya.Ketika kita berbicara tentang keunggulan dan
kelemahan energi angin, hal yang pertamakali digambarkan dari energi angin
adalah bahwa sumber energi ini secara ekologis dapat diterima, yang berarti
bahwa energi angin tidak seperti bahan bakar fosil yang memiliki kontribusi
lebih besar terhadap dampak perubahan iklim. Energi angin tidak akan
melanjutkan pencemaran terhadap planet kita seperti bahan bakar fosil selama
ini. Misalnya, turbin angin tunggal 1-MW dapat menghemat sekitar 2.000 ton karbon
dioksida dalam satu tahun.Energi angin juga merupakan sumber energi terbarukan
yang berarti tidak dapat habis seperti bahan bakar fosil. Energi angin yang
tersedia di atmosfer lima kali lebih besar daripada konsumsi energi dunia saat
ini. Potensi energi angin di darat dan dekat pantai sekitar 72 TW (tera watt)
yang melebihi lima kali lebih banyak dari penggunaan energi dunia saat ini
dalam segala bentuk. Keuntungan lain dari tenaga angin adalah fakta bahwa
setiap orang bisa membangun atau membeli turbin angin untuk memanfaatkan energi
angin dan memenuhi kebutuhan energi di rumah sendiri. Turbin angin tidak perlu
banyak perawatan dan seseorang tidak perlu menjadi jenius untuk meng-handlenya.
Tentu saja memiliki turbin angin sendiri juga berarti menghindari terjadinya
pemadaman listrik bila terjadi kerusakan jaring PLN. Juga, listrik tenaga angin
akan menjadi lebih hemat biaya seiring dengan adanya banyak penelitian yang
dilakukan untuk memotong biaya instalasi, meningkatkan efisiensi dan untuk
memastikan agar energi angin menjadi lebih dapat diandalkan.
2.
Kelemahan/ Kekurangan
Ketika berbicara mengenai kekurangan
energi angin, hal pertama yang harus disebutkan adalah ketersediaan angin.Di
beberapa tempat angin kencang sering ditemui yang membuat pemanfaatan energi
angin menjadi sangat mudah, sementara di beberapa tempat angin tidak cukup kuat
untuk menciptakan listrik yang memadai. Biaya instalasi tenaga angin yang masih
relatif tinggi merupakan kelemahan lain dari energi angin. Secara kasar,
dibutuhkan sekitar 10 tahun untuk mengembalikan biaya instalasi energi angin.Memang,
ini bukan waktu yang sangat panjang, namun biaya instalasinya yang besar masih
menjadi penghalang bagi banyak orang untuk memanfaatkan energi angin.Kelemahan
lainnya dari tenaga angin adalah bangunan pembangkit listrik tenaga angin dapat
mempengaruhi estetika lanskap.Fasilitas listrik tenaga angin juga perlu
direncanakan dengan hati-hati, lokasi dan pengoperasiannya harus meminimalkan
dampak negatif pada populasi burung dan satwa liar.
Namun, dapat dilihat keunggualan
pemanfaatan tenaga angin pasti lebih besar daripada kelemahannya.Keunggulan
inilah yang membuat pemanfaatan energi angin terus meningkat dari waktu ke
waktu.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada asasnya
angin terjadi karena ada perbedaan suhu antara udara panas dan udara dingin.
Daerah yang menerima lebih banyak penyinaran matahari, akan memiliki suhu yang
lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Pada daerah ini, udara
bergerak mengembang atau memuai sehingga tekanan udaranya rendah.Pada daerah
yang suhu udaranya lebih rendah, tekanan udaranya lebih tinggi. Perbedaan
tekanan udara ini akan mengakibatkan terjadinya gerakan udara dari daerah yang
tekanan udaranya lebih tinggi ke daerah yang tekanan udaranya lebih rendah atau
disebut angin.Ada berbagai macam angin didunia ini, diantaranya angin laut dan
angin darat, dan masih banyak lainnya.Energi Angin/ Tenaga angin merupakan pengumpulan energi yang berguna dari angin.Energi angin
adalah salah satu jenis sumber energi terbarukan yang potensial untuk
menghasilkan energi listrik maupun mekanik melalui proses konversi konversi ke
mekanik dan selanjutnya ke listrik. Energi
angin merupakan salah satu sumber energi tertua, dan konversi energi angin
menjadi bentuk energi yang berguna telah dilakukan selama lebih dari 5000 tahun
untuk tujuan seperti mendorong perahu dan kapal layar.Dewasa ini energi angin
banyak digunakan untuk menghasilkan listrik, dan merupakan salah satu sektor
energi terbarukan paling maju dengan potensi di tahun-tahun mendatang memiliki
rasio yang jauh lebih besar sebagai pemasok kebutuhan energi dunia dibandingkan
di saat ini.Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik
yang menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi
listrik.Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi
listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin.Sistem pembangkitan
listrik menggunakan angin sebagai sumber energi merupakan sistem alternatif
yang sangat berkembang pesat, mengingat angin merupakan salah satu energi yang
tidak terbatas di alam.
Salah satu keuntungan dari pemanfaatkan energi angin adalah
angin merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang ekonomis di banyak
Negara.Tak hanya itu saja, kekhawatiran mengenai emisi dari bahan bakar fosil,
harga bahan bakar fosil yang tinggi serta dukungan pemerintah mengenai
pemanfaatan energi angin membuat energi alternatif yang satu ini digunakan oleh
berbagai negara untuk menghasilkan energi listrik dan lainnya.Keuntungan lain dari tenaga angin adalah fakta bahwa setiap
orang bisa membangun atau membeli turbin angin untuk memanfaatkan energi angin
dan memenuhi kebutuhan energi di rumah sendiri.
Tentu saja memiliki turbin angin sendiri juga berarti
menghindari terjadinya pemadaman listrik bila terjadi kerusakan jaring PLN.
Juga, listrik tenaga angin akan menjadi lebih hemat biaya seiring dengan adanya
banyak penelitian yang dilakukan untuk memotong biaya instalasi, meningkatkan
efisiensi dan untuk memastikan agar energi angin menjadi lebih dapat
diandalkan.
Ketika berbicara mengenai kekurangan energi angin, hal
pertama yang harus disebutkan adalah ketersediaan angin.Di beberapa tempat
angin kencang sering ditemui yang membuat pemanfaatan energi angin menjadi sangat
mudah, sementara di beberapa tempat angin tidak cukup kuat untuk menciptakan
listrik yang memadai. Biaya instalasi tenaga angin yang masih relatif tinggi
merupakan kelemahan lain dari energi angin. Kelemahan
lainnya dari tenaga angin adalah bangunan pembangkit listrik tenaga angin dapat
mempengaruhi estetika lanskap.Fasilitas listrik tenaga angin juga perlu
direncanakan dengan hati-hati, lokasi dan pengoperasiannya harus meminimalkan
dampak negatif pada populasi burung dan satwa liar.
DAFTAR PUSTAKA
http://sanfordlegenda.blogspot.co.id/2013/09/Pembangkit-listrik-memanfaatkan-tenaga-angin.html
diakses tanggal 1 April 2016 pukul 12.00 WITA
http://www.indoenergi.com/2012/04/keunggulan-dan-kelemahan-energi-angin.htmldiakses
tanggal 15 Maret 2016 pukul 12.30WITA
http://benergi.com/manfaat-energi-angin-sebagai-energi-alternatifdiakses
tanggal 15 Maret 2016 pukul 12.02WITA
http://harunarcom.blogspot.co.id/2014/03/proses-terjadinya-angin-dan-jenis-jenis.htmldiakses
tanggal 15 Maret 2016 pukul 12.20WITA
http://pendidikan60detik.blogspot.co.id/2015/10/proses-terjadinya-angin-dan-jenis-jenis.htmldiakses
tanggal 15 Maret 2016 pukul 12.35WITA
https://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_angindiaksestanggal
18 Maret 2016 pukul 23.00WITA
https://id.wikipedia.org/wiki/Tenaga_angindiakses
tanggal 22 Maret 2016 pukul 22.40WITA
http://eprints.undip.ac.id/41638/16/BAB_II.pdfdiakses
tanggal 31 Maret 2016 pukul 21.00WITA


Komentar
Posting Komentar