ENERGI FOSIL
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT atas semua nikmat dan karunia-Nya kami
dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika Energi.
Makalah ini memuat beragam hal mengenai energi fosil, baik itu pengertian,
komposisi, maupun kelebihan dan kekurangan dari energi fosil.
Dalam menyusun makalah ini, kami terlebih dahulu menelaah
pengertian energi fosil, kemudian mengidentifikasi macam-macam energi fosil dan
komposisinya, dan yang paling penting adalah menjabarkan kelebihan dan kekurangan
dari penggunaan energi fosil. Setelah dipelajari, hasilnya dikumpulkan hingga
menjadi sebuah makalah.
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembacanya mengenai energi
fosil. Kami menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu, beragam
masukan sangat diperlukan agar makalah ini menjadi semakin baik.
Banjarmasin, Februari 2016
Tim
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................. i
DAFTAR
ISI............................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Masalah........................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Energi Fosil............................................................................................................ 2
2.2. Macam-macam Energi Fosil.................................................................................. 2
2.3.
Komposisi Bahan Bakar Fosil............................................................................... 4
2.4.
Perubahan Bahan Bakar Fosil................................................................................ 5
2.5. Kelebihan dan Kekurangan Bahan Bakar Fosil..................................................... 6
2.6. Usaha Untuk Mempertahankan Energi................................................................. 9
BAB III PENUTUP
KESIMPULAN........................................................................................................... 11
SARAN........................................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Sebuah kota metropolitan biasanya dicirikan oleh banyaknya
gedung-gedung bertingkat, pusat-pusat perbelanjaan, apartemen-apartemen, dan
sudah tentu diikuti oleh jumlah penduduk yang padat.Contoh kota metropolitan
seperti kota Jakarta, Tokyo, New York, Moscow, Berlin, London dll.
Untuk memenuhi kebutuhan energi di kota metropolitan biasanya dibangun
pembangkit-pembangkit listrik dengan berbagai sumber penggerak turbinnya
seperti PLTN, PLTU, PLTD, PLTA. Untuk PLTU biasanya menggunakan batubara untuk
menghasilkan uap penggerak turbin. Demikian pula PLTD menggunakan bahan bakar
fosil sebagai penggerak turbinnya. Keduanya ini menghasilkan gas buang yang
dilepas ke udara. Ada pula ciri lain sebuah kota metropolitan yaitu hilir
mudiknya sarana transportasi seperti sepeda motor, angkutan bus, kereta api dll
selama 24 jam. Pemakaian alat transportasi ini kebanyakan menggunakan bahan
bakar fosil, sehingga banyak menghasilkan gas buang dengan berbagai partikelnya.
Adanya
gas buang ini sangat jelas. Di Kota Jakarta jarang terlihat langit di atasnya
bersih dari pagi hari sampai sore hari. Ini menunjukan tingginya tingkat polusi
udara. Pada penggunaan mobil, sepeda motor, dan lainnya yang menggunakan bahan
bakar fosil, terjadi perubahan energi kimia menjadi energi mekanik dan panas.
1.2. Rumusan Masalah
Dari
latar belakang di atas dapat diambil beberapa permasalahan yaitu:
1. Apakah yang dimaksud dengan energi
fosil?
2. Apa saja macam-macam energi fosil?
3. Bagaimana pemanfaatan energi fosil?
4. Apa dampak penggunaan energi fosil
terhadap lingkungan, iklim, dan udara?
5. Bagaimana
usaha untuk mempertahankan energi ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
ENERGI
FOSIL
Energi fosil merupakan energi yang berasal dari alam
seperti fosil-fosil yang menghasilkan gas, batu bara dan minyak bumi, matahari,
air, dan angin merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan umat
manusia karena sifatnya yang dapat menggerakkan berbagai hal di dunia.
Selama ini sebagian besar sumber energi utama manusia
di bumi lebih terfokus pada penggunaan bahan bakar fosil yang telah banyak
menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti CO2, dan telah memberikan kontribusi
terbesar bagi pemanasan global.
Saat ini, hampir semua kebutuhan energi yang manusia gunakan diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya energi untuk pembangkit listrik, industri dan berbagai macam alat-alat transportasi.
Saat ini, hampir semua kebutuhan energi yang manusia gunakan diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya energi untuk pembangkit listrik, industri dan berbagai macam alat-alat transportasi.
Pembentukan energi fosil ini mengalami proses yang
sangat lama dengan mendapatkan pengaruh dari gesekan panas bumi dan tekanan
udara lainnya. Bahan bakar fosil itu sendiri adalah bahan bakar yang terbentuk
dari proses alam seperti dekomposisi anaerobik dari sisa-sisa organisme
termasuk fitoplankton dan zooplankton yang mengendap ke bagian bawah laut (atau
danau) dalam jumlah besar, selama jutaan tahun.
Bahan bakar fosil merupakan sumber daya tak terbarukan
karena proses pembentukannya memerlukan waktu jutaan tahun, sedangkan cadangan
di alam habis jauh lebih cepat daripada proses pembentukannya. Produksi dan
penggunaan bahan bakar fosil menimbulkan keprihatinan lingkungan. Sebuah
gerakan global menuju generasi energi terbarukan karena itu dilakukan untuk
membantu memenuhi kebutuhan energi meningkat.
2.2 MACAM-MACAM
ENERGI FOSIL
2.2.1
Minyak Bumi
Minyak bumi
yang merupakan cairan kental berwarna cokelat gelap dan kehijauan yang mudah
terbakar. Cairan ini juga sering disebut sebagai emas hitam yang berada di
lapisan atas dari sebagian area yang ada di kerak bumi. Bahan kimia yang
terkandung di dalam minyak bumi adalah berbagai hidrokarbon, sebagian besar
dari seri alkana dengan berbagai varian penampilan, komposisi, dan kemurnian.
Minyak bumi diambil dari sumur minyak yang terdapat di lokasi sumber minyak
dengan melalui berbagai macam proses, yakni proses studi geologi, analisis,
sedimen, karakter, serta struktur sumber. Lalu minyak bumi tersebut akan
diproses di pengilangan minyak yang dipisah-pisahkan berdasarkan titik didihnya
sehingga menghasilkan beraneka ragam jenis minyak bumi. Bahan bakar tersebut
dipergunakan untuk memproduksi berbagai material yang dibutuhkan oleh manusia.
Beberapa jenis bahan bakar minyak yang terdapat di Indonesia adalah minyak tanah rumah tangga, minyak tanah industri, pertamax, pertamax racing, pertamax plus, premium, bio premium, bio solar, solar transportasi, solar industri, minyak diesel, minyak bakar, dan pertamina DEX.
Beberapa jenis bahan bakar minyak yang terdapat di Indonesia adalah minyak tanah rumah tangga, minyak tanah industri, pertamax, pertamax racing, pertamax plus, premium, bio premium, bio solar, solar transportasi, solar industri, minyak diesel, minyak bakar, dan pertamina DEX.
2.2.2
Batu Bara
Batu bara,
yakni batuan yang dapat dibakar karena terbentuk dari endapan organik sisa
tumbuhan yang kemudian dibentuk dengan proses pembatubaraan. Unsur-unsur kimia
yang terdapat dalam batu bara ini adalah hidrogen, oksigen, dan karbon.
Pembentukan energi fosil ini mengalami proses yang sangat lama dengan
mendapatkan pengaruh dari gesekan panas bumi dan tekanan udara lainnya. Jenis
batu bara pun ada dua macam, yakni batu bara dengan pertambangan darat dan
pertambangan terbuka. Batu bara juga merupakan bahan bakar yang bisa juga
digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga uap yang juga
bisa digunakan dalam teknik peleburan logam dan industri.
2.2.3
Gas Alam
Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil
berbentuk gas yang terutama terdiri dari metanaCH4. Ia dapat ditemukan di ladang minyak,
ladang gas Bumi dan juga tambang batu
bara. Ketika gas
yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari
fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas
dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta
penampungan kotoran manusia
dan hewan.
Pemanfaatan
gas bumi sebagai sumber energi pada zaman sekarang, sudah banyak digunakan oleh
berbagi macam sektor, dikarenakan karakteristiknya yang aman, bersih dan
efisien. Pada keadaan murni, karakteristik lain dari minyak bumi yaitu tidak
berbau, tidak berbentuk dan tidak berwarna sehingga lebih efisien dibandingkan
dengan bahan bakar fosil lainnya, misalnya saja minyak bumi dan batu bara,
karena gas bumi menghasilkan pembakaran yang sempurna (clean burning) sehingga
hampir tidak menghasilkan emisi buangan yang dapat merusak lingkungan.
Terdapat
berbagi macam sektor yang memanfaatkan gas bumi seperti bahan bakar pembangkit
listrik, bahan bakar industri dan tentunya bahan bakar untuk kendaraan
bermotor. Selain sebagai bahan bakar, gas alam juga digunakan sebagai bahan
baku produksi, misalnya bahan baku methanol, petrokimia, pabrik pupuk dan bahan
baku plastik serta sebagai komuditas expor untuk pendapatan negara contohnya
saja LNG (Liquid Natural Gas). Karena gas alam terbentuk secara alami dan
memerlukan waktu yang lama, maka gas alam digolongkan dalam sumber daya yang
tidak dapat diperbaharui.
2.3 KOMPOSISI
BAHAN BAKAR FOSIL
Minyak bumi (petroleum) adalah hidrokarbon cair yang berasal dari sisa tumbuhan dan hewan
di lautan.
Minyak bumi terbentuk akibat:
1) Pembusukan sisa makhluk hidup oleh mikroorganisme.
2) Terpendamnya sisa makhluk hidup di dalam lapisan kulit bumi.
3) Peningkatan suhu dan tekanan mengubah sisa makhluk hidup menjadi
minyak bumi.
4) Minyak bumi masuk ke dalam pori-pori tanah dan terkonsentrasi di
daerah yang kedap. Minyak bumi berasal dari lautan, dan berada di darat akibat
pergerakan lempeng bumi.
Batu bara adalah hidrokarbon padat yang berasal dari sisa tumbuhan yang
membentuk batuan sedimen yang dapat terbakar.
Gas
alam adalah hidrokarbon gas yang berasal dari
sisa tumbuhan dan hewan di lautan, dan terbentuk bersamaan dengan minyak bumi.
Komposisi bahan bakar fosil:
|
Bahan Bakar Fosil
|
Komposisi
|
|
Minyak Bumi
|
·
Alkana
(n-heptana, n-otana, dan isooktana)
·
Sikloalkana
(siklopentana dan sikloheksana)
·
Benzena
·
Sedikit
alkena, S, N, dan O
|
|
Batu bara
|
·
Hidrokarbon
suku tinggi
·
Sedikit Sulfur
|
|
Gas alam
|
·
Alkana
(metana, etana, propana, dan butana)
·
CO2,
H2S, He
|
2.4 Perubahan Bahan Bakar Fosil
Perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya dengan
berbagai cara sering mempengaruhi lingkungan dan udara yang kita hirup, dan
dengan demikian mempelajari energi tidaklah lengkap tanpa mempertimbangkan
dampaknya terhadap lingkungan . Bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak
bumi, dan gas alam telah memotori perkembangan industri dan fasilitas kehidupan
modern yang kita nikmati sekitar awal abad 19, tetapi semua ini tidaklah tanpa
efek samping yang tidak diinginkan. Dari tanah yang kita tanam dan air yang
kita minum sampai udara yang kita hirup, lingkungan telah menerima dampak yang
sangat besar untuk semua itu. Polutan yang dihasilkan pada pembakaran fosil
merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam, dan pemanasan global dan
perubahan iklim5). Polusi lingkungan telah melampaui batas ambang dimana
menjadi ancaman yang serius bagi tanaman, satwa liar, dan kesehatan manusia.
Polusi udara telah menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan termasuk asma
dan kanker. Diperkirakan lebih dari 60.000 orang di Amerika Serikat meninggal
dunia setiap tahunnya karena penyakit jantung dan paru-paru yang berkaitan
dengan polusi udara4).
Ratusan
unsur dan senyawa, seperti benzena dan formaldehid diketahui teremisi pada
pembakaran batubara, minyak bumi, gas alam, dan kayu di pembangkit-pembangkit
tenaga listrik, mesin kendaraan, tungku pembakaran, dan bahkan perapian.
Beberapa senyawa ditambahkan ke bahan bakar cair untuk berbagai alasan (seperti
MTBE atau methyl tertiary buthyl ether yang digunakan untuk meningkatkan angka
oktan pada bahan bakar dan juga oksigenasi bahan bakar pada musim dingin untuk
mengurangi asap perkotaan), yang mana dapat menggangu kesehatan mata dan
pernapasan. Sumber terbesar polusi udara adalah dari kendaraan bermotor, dan
polutan yang dikeluarkan oleh kendaraan biasanya dikelompokkan sebagai
hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan karbon monoksida (CO) (Gbr 1).
Emisi HC merupakan komponen besar dari emisi senyawa volatil organik (VOCs),
dan ini umumnya digunakan secara bergantian untuk emisi kendaraan bermotor.
Sebagian besar dari emisi VOC atau HC disebabkan oleh penguapan pada saat
pengisian bahan bakar atau tumpahan ketika spitback atau oleh penguapan dari
tangki gas karena penutup yang tidak tertutup rapat. Pelarut, bahan pembakar,
dan produk pembersih untuk rumah tangga yang mengandung benzena, butana, atau
produk HC lainnya juga merupakan sumber penting dari emisi HC.
Gambar 1. Kendaraan bermotor adalah sumber terbesar polusi udara
(Sumber : Yunus A, Michael A. Boles)
Peningkatan
pencemaran lingkungan pada tingkat yang mengkhawatirkan dan peningkatan
kewaspadaan dari bahayanya itu sendiri, membuat perlu dilakukannya pengendalian
pencemaran lingkungan dengan menggunakan undang-undang dan kesepakatan
internasional. di Indonesia ada AMDAL. Di Amerika Serikat, Undang-Undang Udara
Bersih (The Clean Air Act) pada tahun 1970 (di daerah yang ditandai dengan asap
selama 14 hari di Washington pada tahun itu) menetapkan batas polutan yang
dihasilkan pembangkit-pembangkit besar dan kendaraan. Standar ini difokuskan
pada emisi hidrokarbon, nitrogen oksida, dan karbon monoksida. Mobil-mobil baru
harus memiliki alat konversi katalis (catalytic converter) pada sistem
pembuangannya untuk mengurangi emisi HC dan CO. Sebagai manfaat lain, pemisahan
timbal dari bensin pada catalytic converter menyebabkan penurunan yang
drastis pada emisi timbal beracun.
2.5
Kelebihan dan Kekurangan Bahan Bakar Fosil
KelebihanBahanBakarFosil
- Mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar di satu lokasi .
- Relatif lebih mudah untuk ditemukan.
- Relatif hemat biaya.
- Transportasi mudah melalui pipa.
- Bahan bakar ini sangat stabil bila dibandingkan dengan zat lain.
- Untuk saat ini banyak tersedia.
- Memiliki potensi besar untuk mengalirkan listrik di seluruh dunia.
- Telah teruji dan memiliki potensi untuk pembangunan berkelanjutan.
- Jauh lebih murah daripada bentuk-bentuk energi non-konvensional.
KekuranganBahanBakarFosil
1. Bahaya Lingkungan:
Pencemaran
lingkungan merupakan salah satu kelemahan
utama dari bahan
bakar fosil. Sudah menjadi
fakta yang diketahui semua orang bahwa
karbondioksida, yang merupakan gas yang dilepaskan
ketika bahan bakar
fosil dibakar, merupakan salah
satu gas utama yang bertanggungjawab
untuk pemanasan global. Kenaikan suhu bumi telah mengakibatkan
mencairnya es di kutub, banjir daerah dataran rendah dan kenaikan permukaan air
laut. Jika kondisi ini berlanjut, bumi kita mungkin menghadapi beberapa konsekuensi
serius dalam waktu dekat.
2.
Harga Minyak yang Meningkat
Negara-negara Timur Tengah memiliki
cadangan besar minyak dan gas alam dan banyak negara lain yang tergantung pada mereka
untuk pasokan bahan bakar ini. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC)
adalah kelompok 13 negara termasuk Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi dan
UEA. Mereka bertanggungjawab untuk 40 persen dari produksi minyak dunia dan memegang
mayoritas cadangan minyak dunia, menurut Administrasi Informasi Energi (EIA). OPEC
terus memantau volume minyak yang dikonsumsi dan kemudian menyesuaikan produksi
sendiri untuk mempertahankan harga per barel yang diinginkan. Hal ini menyebabkan
fluktuasi harga di seluruh dunia.
3. Hujan
Asam
Sulfur dioksida adalah salah satu polutan
yang dilepaskan ketika bahan bakar fosil dibakar dan merupakan penyebab utama hujan
asam. Hujan asam dapat menyebabkan kerusakan bangunan yang terdiri dari bata. Bahkan
tanaman dapat terpengaruh karena pengasaman tanah liat. Pertambangan batubara menyebabkan
rusaknya ekosistem dan juga membahayakan nyawa penambang.
4.
Efek pada Kesehatan Manusia
Polusi dari kendaraan dan pembangkit
listrik bertenaga batubara dapat menyebabkan bahaya lingkungan yang serius.
Penyakit polusi terkait berkisar dari ringan sampai parah dan secara signifikan
dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Polusi udara dapat menyebabkan asma,
gangguan paru obstruktif kronis atau COPD, dan kanker paru-paru. Paparan jangka
panjang dapat meningkatkan infeksi pernafasan pada populasi umum. Anak-anak dan
orangtua yang paling rentan untuk terinfeksi partikulat dan toxicants
udara lainnya.
5.
Tidak Terbarukan
Saat ini, bahan bakar fosil mengalami
eksploitasi yang sangat tinggi untuk memenuhi kesenjangan antara permintaan dan
penawaran dan diperkirakan bahwa bahan bakar ini akan habis dalam 30-40 tahun ke
depan. Karena takterbarukan, maka ada kemungkinan bahwa biaya bahan bakar akan menghadapi
kenaikan tajam dalam waktu dekat. Butuh jutaan tahun lagi untuk mengganti minyak,
gas dan batubara yang telah dipakai dan ini berarti bahwa kita tidak akan mampu
lagi berkendara mobil, kecuali kita beralih ke mobil listrik yang menggunakan energi
dari sumber energi terbarukan. Sekali sumber-sumber energi tidak terbarukan benar-benarhabis,
tidak ada lagi yang tertinggal.
6.
Dampak Tumpahan Minyak
Kepada Kehidupan Air
Bahan bakar fosil dibutuhkan dalam cadangan
besar dimana pun pembangkitnya. Ini mengharuskan bahan bakar untuk diangkut ke lokasi
yang diinginkan melalui truk, kereta api, kapal atau pesawat. Sering kita mendengar
adanya kebocoran di kapal tanker minyak atau kapal tenggelam yang membawa minyak
mentah. Dampak dari ini adalah bahwa minyak mentah mengandung beberapa zat beracun
yang bila bercampur dengan air menimbulkan dampak serius pada kehidupan air. Transportasi
minyak mentah melalui laut dapat menyebabkan tumpahan minyak yang dapat menimbulkan
bahaya terhadap kehidupan air dengan mengurangi kandungan oksigen di air.
7.
Pertambangan Batubara
Ekstraksi batubara dari daerah yang
memiliki cadangan besar tidak hanya tugas yang sulit dan berbahaya, tetapi juga
menimbulkan bahaya kesehatan yang serius bagi kehidupan beberapa pekerja yang
bekerja di sana. Pertambangan batubara menghancurkan tanah pada wilayah yang
luas dan mengakibatkan ketidakseimbangan ekologi.
8.
Perlu Jumlah Besar Cadangan
Pembangkit listrik batubara membutuhkan
pasokan besar dan teratur batubara untuk menghasilkan sejumlah besar energi secara
konstan. Ini berarti bahwa pembangkit ini banyak bahan bakar di dekat pembangkit
listrik untuk melaksanakan proses menghasilkan daya. Hal ini diperlukan karena banyak
negara yang masih bergantung pada batubara sebagai sumber utama untuk menghasilkan
tenaga.
2.6
Usaha
Untuk Mempertahankan Energi
Penghematan
energi atau konservasi energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan
energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara
efisien dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih
sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan
energi. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta
meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta
kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat menghemat biaya
dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna komersial dan industri
dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan melakukan penghemaan energi.
Penghematan
energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan
energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga
dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal
ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit
energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan
fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.
Selain itu,
dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari
mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan
digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat
diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam
menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan
dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.
Tidak perlu muluk muluk untuk
melakukan usaha mempertahankan keberadaan energi di bumi. Cukup dari hal hal
kecil saja yang bisa kita lakukan di sekitar kita, seperti :
1.
Menanam pohon , hal ini bisa
menambah persedian energi di bumi , berupa air.
2.
Mematikan lampu yang tidak
terpakai hal ini bisa menghemat energi
fosil.
3.
Mulai menggunakan energi alternatif
yang sudah tersedia.
4.
Mulai menggunakan biogas
5.
Memanfaatkan energi surya sebagai
pengganti energi listrik
6.
Memanfaatkan air untuk PLTA sebagai
penggganti batu bara
7.
Jangan menggunakan kendaraan
bermotor apabila jarak yang di tempuh dekat, hal ini bisa menghemat energi
minyak bumi berupa minyak bumi(fosil)
8.
Jika bisa, pemerintah tidak usah
,mengekspor SDA fosil kenegara lain , lebih baik di olah sendiri. Karna
pengaruhnya lebih besar
9.
Matikan segala alat elektronik
ketika sedang tidur
10.
Gunakan barang barang elektronik
yang berdaya kecil
Masih banyak
usaha yang bisa kta lakukan untuk mempertahankan keberadaan energi selain hal-
hal diatas.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan dapat disimpulkan
bahwa energi fosil merupakan energi yang berasal dari alam
seperti fosil-fosil yang menghasilkan gas, batu bara dan minyak bumi, matahari,
air, dan angin merupakan sumber energi yang sangat penting dalam kehidupan umat
manusia karena sifatnya yang dapat menggerakkan berbagai hal di dunia.
Energi kimia dalam
bahan bakar fosil diubah menjadi energy panas, mekanik, atau listrik melalui
pembakaran. Dengan demikian pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan kompor,
pabrik-pabrik adalah penyebab utama terjadinya polusi udara. Polutan yang
dikeluarkan biasanya dikelompokan menjadi hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NOx), dan karbon
monoksida (CO). Polutan yang dihasilkanpada pembakaran
fosil merupakan faktor terbesar terjadinya asap, hujan asam dan pemanasan
global dan perubahan iklim. Ini dapat diatasi dengan memanfaatkan energy
terbarukan seperti tenaga surya, energi angin, gelombang air laut untuk
menciptakan langit biru.
Penghematan
energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan
energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga
dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal
ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit
energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan
fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.
3.2 SARAN
Penulis merupakan seorang yang tidak lepas dari
kesalahan, sehingga mash banyak kekurangan dalam makalah ini, penulis berharap
agar pembaca dapat mengembangkan makalah ini dan memberi kritik agar lebih baik
untuk waktu ke depan.
DAFTAR
PUSTAKA
Astra,
I Made. 2010. Energi dan dampaknya terhadap lingkungan. Jakarta: Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta.
(http://www.satuenergi.com/2015/12/kelebihan-dan-kekurangan-bahan-bakar.html),
diakses tanggal 28 Februari 2016 pukul 12.31 WITA.
(https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjqrt3Pz5nLAhWFcY4KHTwNDxIQFgghMAE&url=http%3A%2F%2Fcode.google.com%2Fp%2Ffansbuku%2Fdownloads%2Fdetail%3Fname%3Dbab3_energi_fosil.pdf%26can%3D2%26q%3Dlabel%253ADasar%2BFisika%2BEnergi&usg=AFQjCNHbbCXcDqXmnl875LNZQ0H3Vd8pPg&bvm=bv.115339255,d.c2E),
diakses tanggal 28 Februari 2016 pukul 12.33 WITA.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/dasar_fisika_energi/bab3_energi_fosil.pdf,
diakses tanggal 28 Februari 2016 pukul 12.36 WITA.
(http://www.jurnalasia.com/2014/12/17/kementerian-esdm-energi-fosil-makin-langka/),
diakses tanggal 28 Februari 2016 pukul 12.38 WITA.
(http://www.prosesindustri.com/2014/12/gas-alam-dan-penggunaanya.html), diakses tanggal 5 maret 2016 pukul 10.22 WITA.


Komentar
Posting Komentar