SEJARAH PENGGUNAAN ENERGI DAN SUMBER DAYA ENERGI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pengetahuan
tentang sejarah penggunaan energi dunia dan nusantara di perlukan untuk menjadi
referensi selain itu pengetahuan sejarah sangat penting untuk diketahui karena
dalam penggunaan energi di seluruh dunia terdapat banyak pembelajaran yang
perlu diketahui untuk menyelesaikan permasalahan di masa mendatang.
Sumber energi pada jaman dahulu
yang paling umum digunakan adalah kayu bakar dan otot hewan. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatnya kebutuhan akan sumber energi
sumber-sumber energi lain mulai ditemukan dan dikembangkan.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian energi?
2. Bagaimana sejarah penggunaan energi?
3. Apa pengertian sumber daya energi?
4. Bagaimana berbagai jenis sumber daya energi menurut
ketersediaannya?
C. Tujuan
1.
Mengetahui
pengertian energi.
2.
Menjelaskan
sejarah penggunaan energi.
3.
Mengetahui pengertian
sumber daya energi.
4.
Menjelaskan berbagai jenis sumber daya energi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Energi
Ketika
mendengar kata “energi”, apa yang terpikir oleh kita?
Barangkali yang terbayangkan adalah sesuatu yang bergerak, sesuatu yang
menggerakkan, atau sesuatu yang memiliki kemampuan untuk melakukan usaha.
Secara harfiah “energi” artinya adalah “tenaga”. Kalau menurut definisi
dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 30 Tahun 2007, energi adalah
kemampuan untuk melakukan kerja yang dapat berupa panas, cahaya, mekanika,
kimia, dan elektromagnetika.
Dalam fisika,
energi adalah properti fisika
dari suatu objek,
dapat berpindah
melalui interaksi fundamental,
yang dapat diubah
bentuknya
namun tak dapat diciptakan
maupun dimusnahkan.
Menurut
Purwadarminta, energi adalah tenaga, atau gaya untuk berbuat sesuatu. Definisi
ini merupakan perumusan yang lebih luas daripada pengertian-pengertian mengenai
energi yang pada umumnya dianut di dunia ilmu pengetahuan. Dalam pengertian
sehari-hari energi dapat didefinisikan sebagai kemampuan melakukan suatu
pekerjaan.
Persamaan Planck
yang merupakan landasan teori kuantum, mengatakan bahwa perpindahan energi yang
berkaitan dengan radiasi terdiri atas kuanta energi tertentu yang berbanding
lurus dengan frekuensi radiasi.
Energi dapat
mempunyai berbagai bentuk. Sebuah medan listrik akan mempunyai jumlah energi
yang dinyatakan oleh rumus 0,5 CU2.
Dalam rumus ini C adalah besar kapasitansi dan U besar tegangannya. Sedangkan
jumlah energi yang tersimpan dalam sebuah medan magnet yang dinyatakan dengan
rumus 0,5 LI2 dengan
penjelasan L sebagai induktansi dan I besar arus yang mengalir.
B. Sejarah Penggunaan Energi
Negara negara
maju tidak akan mungkin mencapai tingkat kemajuannya tanpa menggunakan energi
secara luas. Di negara- negara maju itu orang cukup menekan tombol di pabrik ,
di rumah, di jaringan pengangkutan, dan bereslah semuanya. Tingkat kemajuan
seperti ini tidak mngkin dicapai tanpa melibatkan penggunaan energi secara
besar- besaran.
Dengan
sendirinya banyak sekali perencaanaan, baik diwaktu lalu maupun sekarang,
dilakukan , dan diperlukan implementasi secara besar- besaran dari rencana rencana
itu, untuk memungkinkan penyediaan energi secara mudah.
Generasi-
generasi yang dilahirkan dalam situasi yang telah maju akan sulit membayangkan
betapa banyaknya waktu yang pernah diperlukan untuk melakukan hal hal yang
sederhana dalam kondisi kondisi yang kurang menguntungkan. Memotong kayu untuk
dapur, mengambil air dari sumur atau sungai, memikul hasil bumi dari desa ke
kota dan membawa berbagai barang keperuan sehari hari kembali ke desa,
meerupakan percobaan yang memakan banyak waktu.
Padahal beberapa
pekerjaan itu baru merupakan pekerjaan- perkejaan tambahan. Pekerjaan yang
utama , dan yang harus dilakukan setiap hari dari pagi sampai petang adalah
pekerjaan lapangan bertani
Penggunaan
tenaga teknis secara luas , yaitu bukan tenaga manusia atau tenaga hewan, telah
bertambah dengan kemajuan industry. Dahulu penggunaan tenaga teknis sering
dianggap sebagai cirri negara negara yang telah maju. Makin maju industry di
suatu negara makin banyak tenaga teknis, yaitu tenaga bukan asal manusia atau
hewan digunakan. Namun kini banyak negara berkembang menyadari pentingnya
penggunaan tenaga teknis ini. Sejak dari jaman prasejarah sampai jaman awal
sejarah hanya kayu yang digunakan untuk keperluan memasak dan pemansan. Untuk
keperluan ini,kayu itu diperoleh dari pohon dan hutan disekitar pemikuman,
memang tidak ada pilihan lain dari itu. Setelah manusia lebih maju kayu juga
dipakai untuk memenuhi kebutuhan lain.
Pada awal sejarahnya manusia dapat
memperdayakan suatu sumber daya alam, yaitu tenaga air, sumber energi ini yang
digunakan untuk pertukangan dan pengalihan selain ituSumber energi pada jaman
dahulu yang paling umum digunakan adalah kayu bakar dan otot hewan. Seiring
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatnya kebutuhan akan sumber
energi sumber-sumber energi lain mulai ditemukan dan dikembangkan.
Sebelum memasuki abad 20 bahan
bakar fosil masih belum mendominasi pasar energi. Baru pada abad 20 terjadi
peningkatan produksi minyak bumi secara signifikan. Produksi minyak meningkat
dari 100 ribu ton pada tahun 1860 menjadi 200 juta ton pada tahun 1920.
Perkembangan selanjutnya awal abad
13 suatu bentuk energi baru yaitu batubara memperkaya spektrum jenis-jenis
energi yang dimanfaatkan manusia, walaupun pemanfaatannya masih sebatas memasak
dan pemanasan. Pada saat revolusi Prancis tahun 1789 otot hewan menjadi sumber
energi yang paling penting. Sekitar 14 juta kuda dan 24 juta ternak
menghasilkan keluaran sekitar 7.5 miliar watt. Itu setara dengan 100 ribu mobil
berukuran sedang. Sumber energi kedua adalah kayu bakar. Pada saat itu kayu
bakar sangat penting, bahkan juga mempengaruhi wajah politik di Eropa. Pada
jaman ini kayu digunakan untuk membuat pedang dan peralatan perang.
Setelah itu penggunaan kincir air
dan angin mulai populer. Di Belanda tenaga angin dimanfaatkan secara luas untuk
mengolah hasil pertanian dan menyalurkan air. Sedangkan bahan bakar fosil masih
belum banyak digunakan.Eksploitasi batubara semakin berkembang seiring dengan
berkurangnya kayu bakar. Pada tahun 1800 60% batubara digunakan untuk pemanas
rumah, namun 40 tashun
kemudian batubara lebih banyak digunakan untuk mengolah besi dan pabrik lainnya
daripada untuk kebutuhan rumah.Industri minyak bumi dimulai pada tahun 1859,
pengeboran pertama dilakukan sedalam 20 m di dekat Titusville di Pennsylvania.
Kemudian pada tahun 1862 didirikan Exxon Corporation yang kini menjadi salah
satu perusahaan minyak terbesar di dunia.
Pada abad 18 telah ditemukan mesin
uap yang menggunakan batubara sebagai sumber energi. Penemuan ini memberi semangat
revolusi industri di Eropa yang dimulai dari Inggris dimana energi telah
digunakan secara besar-besaran. Pada awal abad 19 suatu bentuk energi lain
muncul yaitu minyak bumi, yang berperan dalam bidang pemanasan dan penerangan.
Pada abad ke 19 suatu bentuk energi yang lain dari sebelumnya yaitu listrik
sebagai sekunder yang mula-mula memakai batubara sebagai bahan bakar utama
untuk membangkitkannya. Perkembangan selanjutnya pada abad ke 20 terlihat
adanya pembangkit tenaga listrik dengan unit-unit termis yang memakai batubara,
minyak bumi, gas bumi. Kemudian selanjutnya sumber daya energi air mulai
digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Pada awal abad 20 selanjutnya mulai
dikenal dengan energi panas bumi untuk pembangkit tenaga listrik. Menjelang pertengahan
abad ke 20 energi Nuklir mulai dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik
dalam unit-unit yang besar dan penggunaan lainnya, misalnya Bom Nuklir, Kapal
Selam Nuklir. Energi Surya sudah dipandang oleh orang sebagai energi alternatif
yang cukup potensial, karena energi surya energi yang mempunyai cadangan energi
yang besar.setelah melalui proes panjang tersebut dapat diperkirakan penggunaan
energi pasti terus meningkat seiring bertambahnya populasi manusia, berikut
grafik perkiraan konsumi energi beberapa tahun ke depan.

1.
Sejarah
energi tak terbarukan
Menurut Kamus besar bahasa Indonesia
konvensional berarti kesepakatan Energi konvensional merupakan energi atau
sumber energi yang tidak dapat di perbaharui dan memerlukan kesepakatan dalam penggunaan
dan pemanfaatan misalnya : minyak bumi, gas bumi, batubara.
a. Sejarah
energi minyak bumi
Bersumber
dari Ensiklopedia Britannica, minyak bumi diperkirakan pertama kali ditemukan
pada 5000 tahun SM oleh bangsa Asyiria, Sumeria, dan Babilonia kuno. Cara
mendapatkan minyak bumi tersebut tidak dilakukan dengan cara pemboran yang sama
dengan era saat ini, akan tetapi bangsa-bangsa tersebut memperoleh minyak bumi
dengan mengambilnya di permukaan bumi karena minyak bumi tersebut merembes
sampai ke permukaan. Bangsa-bangsa tersebut memanfaatkan minyak bumi sebagai
obat luka, pencahar, atau pembasmi kutu.
Namun,
ada sumber yang belum diketahui dengan tepat mengatakan bahwa minyak bumi
pertama kali ditemukan di Timur Tengah (Parsi kuno/Iran) sebagai rembesan yang
muncul ke permukaan. Diperkirakan juga bahwa Nabi Nuh AS juga menggunakan
minyak bumi yang merembes di permukaan yang berbentuk asphalt atau teer untuk
menambal perahunya agar tidak kemasukan air.Seiring perkembangan jaman, Pada
abad pertama, bangsa Arab dan Persia berhasil menemukan teknologi destilasi
minyak bumi. Destilasi ini menghasilkan minyak yang mudah terbakar. Semenjak
itulah minyak digunakan sebagai bahan bakar. Minyak bumi sebagai bahan bakar
juga muncul pada zaman Harun Al Rasyid dengan nama Naphta Pada zaman berikutnya
muncul gas bumi yang muncul ke permukaan pertama kali dan terbakar, sehingga
pada waktu itu muncul agama yang menyembah api yang menganggap itu adalah api
abadi (Majusi).
Beberapa
abad kemudian bangsa Spanyol melakukan eksplorasi minyak bumi di wilayah yang
sekarang bernama Kuba, Meksiko, Bolivia, dan Peru. Pada pertengahan abad ke-19,
mansyarakat Amerika Utara dan Eropa menggunakan minyak tanah atau minyak
batu-bara sebagai bahan bakar untuk penerangan.Seiring perkembangan zaman,
mesin yang semula digerakkan dengan tenaga manusia dan hewan, mulai berganti
menggunakan minyak bumi sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin. Setelah
James Watt menemukan mesin uap pertama kali yang memunculkan revolusi industri,
masyarakat luas mulai memburu minyak bumi sebagai sumber energi, karena
dianggap praktis dan tidak merepotkan.
Perkembangan
selanjutnya, mulailah dilakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi. Lalu
ditemukanlah minyak bumi yang berbentuk cair yang berasl dari proses pengendapan
fosil-fosil selama berabad-abad di dalam bumi. Minyak bumi ini memenuhi
kriteria untuk digunakan sebagai bahan bakar yang mudah dipakai sebagai sumber
energi.
Sebelumnya
pada tahun 1794, Haquet mengemukakan teorinya bahwa minyak bumi berasal dari
daging atau zat organik seperti kerang dan moluska, hal ini didasari bahwa
biasanya batuan yang mengandung minyak bumi biasanya mengandung fosil binatang
laut.Pengeboran minyak bumi pertama kali tercatatdilakukan di Pennsylvania,
Amerika, tahun 1859, di tambang milik Edwin L. Drake yang merupakan pelopor
industri minyak bumi dunia. Mulai abad ke-19, industri minyak yang modern
muncul di AS dan disusul oleh negara-negara di Eropa yang selanjutnya
diusahakan secara komersil.
Von
Humbold da Gay Lussac (1805), memperkirakan bahwa minyak bumi berhubungan
dengan aktivitas gunung api. Ide tersebut juga dikemukakan oleh ahli geologi
Perancis, Virlet d' Aoust (1834), teori ini didasarkan bahwa sering kali minyak
bumi ditemukan bersama-sama dengan lumpur gunung api. Sir William Logan (1842),
menghubungkan rembesan minyak bumi dengan struktur antiklin dan ini merupakan
pengamatan pertama kali yang dilakukan terhadap hubungan rembesan dengan
antiklin.
Tahun
1847 di Glasgow, Inggris, pertama kali ditemukan suatu cara mengolah minyak
bumi menjadi minyak lampu, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti lilin
sebagai sumber penerangan utama saat itu, dan pada saat itu dengan penemuan
tersebut maka minyak bumi merupakan bahan utama yang banyak dicari oleh para
pengusaha.
Tahun
1859 merupakan munculnya pertama kali industri minyak bumi. Salah satu proyek
pada saat itu dilakukan pengeboran minyak bumi dan ditemukan pada kedalam 69 ft
di daerah Tutisville, negara bagian AS. Pada akhir abad 19, pencarian minyak
bumi telah menyebar di luar AS, terutama Amerika Latin (Meksiko) pada tahun
1890 dan Eropa Timur (Romania dan Rusia) serta mencapai wilayah Asia (Burma dan
Indonesia).
Eksplorasi
di Timur Tengah pada tahun 1919 dan tahun 1927 dilakukan pemboran minyak bumi
pertama kali dan ditemukan lapangan minyak Kirkuk dengan produksi minyak bumi
mencapai 100.000 bpd. Pada tahun 1939 juga ditemukan beberapa lapangan minyak
bumi raksasa di Saudi Arabia. Pada tahun 1960 di Kuwait, dilakukan pencarian
minyak bumi di lepas pantai. Berkembangnya teknologi yang ada saat ini,
menyebabkan perkembangan sarana dengan menggunakan bahan bakar minyak bumi juga
ikut berkembang, contohnya kendaraan bermotor. Perkembangan ini juga
menyebabkan pemisahan jenis bahan bakar minyak yang semakin beragam. Crude oil
atau minyak mentah didestilasi menjadi beberapa fraksi bahan bakar seperti
bensin, solar, minyak tanah, hingga aspal.
b. Sejarah
penggunaan energi
gas bumi
Catatan
pertama mengenai pemakaian gas yang dapat dibakar adalah pada tahun 900 SM di
Tiongkok, di mana gas bumi disalurkan melalui pipa bambu dan digunakan untuk
penerangan. Penggunaan modern pertama kalinya, tercatat dengan mulai
diproduksinya gas batubara pada tahun 1665 di Inggris, sedangkan penggunaan
untuk penerangannya dimulai pada tahun 1792. Tidak lama kemudian, terbentuk
perusahaan gas untuk membuat dan memperdagangkannya. Penemuan gas biru pada
tahun 1780 dan gas produser merupakan langkah penting dalam perkembangan
industri baru ini.
c. Sejarah
penggunaan batubara
Penggunaan
batubara memiliki sejarah yang panjang dan beragam. Beberapa ahli sejarah yakin
bahwa batubara pertama kali digunakan secara komersial di Cina. Ada laporan
yang menyatakan bahwa suatu tambang di timur laut Cina menyediakan batubara
untuk mencairkan tembaga dan untuk mencetak uang logam sekitar tahun 1000 SM.
Salah
satu dari rujukan batubara yang pertama kali diketahui dibuat oleh seorang
filsuf dan ilmuwan Yunani Aristoteles, yang menyebutkan arang seperti batu. Abu
batubara yang ditemukan di reruntuhan bangsa Romawi di Inggris menunjukkan
bahwa bangsa Romawi menggunakan batubara sebagai sumber energi pada tahun 400
SM. Catatan sejarah dari abad pertengahan memberikan bukti pertama penambangan
batubara di Eropa, bahkan suatu perdagangan internasional batubara laut dari lapisan
batubara yang terpapar di pantai Inggris dikumpulkan dan diekspor ke Belgia.
Selama revolusi industri pada abad ke-18 dan abad ke-19, kebutuhan akan
batubara amat mendesak. Penemuan besar mesin uap oleh James Watt, yang
dipatenkan pada tahun 1769, sangat berperan dalam pertumbuhan penggunaan
batubara.
Riwayat
penambangan dan penggunaan batubara tidak dapat dipungkiri berkaitan dengan
Revolusi Industri – produksi besi dan baja, transportasi kereta api dan kapal
uap. Batubara juga digunakan untuk menghasilkan gas untuk lampu gas di banyak
kota, yang disebut ‘kota gas’. Proses pembentukan gas dengan menggunakan
batubara ini menunjukkan pertumbuhan lampu gas di sepanjang daerah metropolitan
pada awal abad ke-19, terutama di London. Penggunaan gas yang dihasilkan
batubara untuk penerangan jalan akhirnya digantikan oleh munculnya zaman
listrik modern. Dengan perkembangan tenaga listrik pada abad ke-19, masa depan
batubara sangat terkait dengan pembangkit listrik tenaga uap. Pusat pembangkit
listrik tenaga uap yang pertama yang dikembangkan oleh Thomas Edison, mulai
dioperasikan di Kota New York pada tahun 1882, yang mencatu daya untuk
lampu-lampu rumah. Akhirnya pada tahun 1960-an, minyak akhirnya mengambil alih
posisi batubara sebagai sumber energi utama dengan pertumbuhan yang pesat
disektor transportasi. Batubara masih memainkan peran yang penting dalam
kombinasi energi utama dunia, dimana memberikan kontribusi sebesar 23.5% dari
kebutuhan energi utama dunia pada tahun 2002, 39% dari kebutuhan listrik dunia,
lebih dari dua kali lipat sumber daya terbesar berikutnya,dan masukan penting
sebesar 64% dari produksi baja dunia.

2.
Sejarah
penggunaan energi terbarukan
Energi non konvensional adalah energi
yang bisa di perbaharui dan jumlahnya melimpah ruah di alam semesta sehingga
energi ini relatif mudah di dapat ada banyak contoh energi non konvenmsional
seperti : energi air, angin, Biomassa, Biogas, nuklir, geothermal, benda
angkasa, (pasang surut).
Pada sejarahnya energi non konvensional
mulai di kembangkan pada abad 19 ,hal ini didasari oleh cadangan energi
konvensional mulai menipis ,sehingga hingga sekarang energi non konvensional
berkembang pesat.
a. Sejarah
Geothermal
Sejak
Paleolithikum manusia telah menggunakan energi ini dan bangsa Romawi
menggunakan panas ini sebagai penghangat ruangan.Bahkan tak mau kalah dengan
manusia, monyet-monyet di jepang sudah menggunakannya untuk menghangatkan diri.
Kemudian
pada awal abad ke-19, penggunaan geothermal secaramodern mulai berkembang.
Sejak 70 tahun yang lalu di Islandia, geothermal telah digunakan untuk
penggunaan langsung seperti pemanasan rumah, pemanasan rumah kaca, dll. Dan
pada tahun 1904 Italia menemukan kegunaangeothermal untuk pembangkit listrik.
Di
Indonesia, eksplorasi ini telah dimulai pada tahun 1918 di Kamojang, JawaBarat.
Tahun1926-1929 dimulai pemboran sumur dan didapatkan sumber uap kering. Salah
satu sumur yang masih beroperasi yaitu KMJ-3.
Di
dunia, sekitar 10,750 MW listrik mengalir di 24 negara. Dan sekitar 28 Gigawatt
digunakan untuk penggunaan langsung seperti pemanas ruangan, proses industri,
desalinasi, dan agrikultur.
b. Sejarah energi angin
Sejak awal sejarah tercatat, manusia telah memanfaatkan
energi angin. Energi angin mendorong perahu di sepanjang Sungai Nil pada awal
5000 SM. Pada 200 SM, kincir angin sederhana di China digunakan untuk memompa
air, sementara kincir angin sumbu vertikal dengan layar buluh tenun digunakan
untuk menggiling biji-bijian di PersiadanTimurTengah.
Cara baru untuk menggunakan energi angin akhirnya menyebar di
seluruh dunia. Pada abad ke-11, orang-orang di Timur Tengah yang menggunakan
kincir angin secara luas untuk produksi pangan; pedagang dan tentara salib yang
pulang membawa ide ini ke Eropa. Belanda menyempurnakan kincir angin, dan
diadaptasi untuk menguras danau dan rawa-rawa di Delta Sungai Rhine. Ketika
teknologi ini dibawa ke Dunia Baru di akhir abad 19, mereka mulai menggunakan
kincir angin untuk memompa air di pertanian dan peternakan, dan kemudian, untuk
menghasilkan listrik untuk rumahdanindustri.
Kolonialis di Amerika menggunakan kincir angin untuk
menggiling gandum dan jagung, untuk memompa air, dan memotong kayu di
penggergajian kayu. Pada akhir tahun 1920, Amerika menggunakan kincir angin
kecil untuk menghasilkan listrik di daerah pedesaan yang belum menikmati
layanan listrik. Namun, sejak jaringan listrik mulai menyalurkan listrik untuk
daerah pedesaan di tahun 1930-an, kincir angin lokal yang digunakan terus
berkurang, meskipun mereka masih dapat terlihat di beberapa peternakan Barat.
c. Sejarah penggunaan energi air
Tenaga air telah
dimanfaatkan orang-orang kuno terutama untuk menumbuk gandum atau dimanfaatkan
keperluan lainnya. Tetapi pada pertengahan 1770-an, seorang insinyur
Perancis, Bernard Forest de Belidor, memublikasikan buku yang berjudul
Architecture Hydraulique. Dalam buku itu, dia menjelaskan tentang mesin
hidrolik aksis
vertikal dan horizontal. Selanjutnya
pada abab ke-19, generator elektrik dikembangkan dan kini dikombinasikan
dengan mesin hidrolik. Permintaan meningkat seiring Revolusi Industri yang
mendorong pembangunan. Tepat pada 1878, untuk pertama kalinya di dunia dibangun
rumah pembangkit hydroelectricity dengan nama Cragside di Northumberland,
Inggris. Tiga tahun kemudian atau tepatnya pada 1881, pusat Pembangkit Listrik
Tenaga Air, Schoelkopf Power Station No 1 dekat Niagara
Falls,AmerikaSerikat(AS).
Setelah itu,
beberapa PLTA dibangun. Pembangkit listrik hidroelektrik Edison atau diberi
nama Vulcan Street Plant beroperasi pada 30 September 1882 dengan kapasitas
12,5 kilowatt di Appleton, Winconsin, AS. Sampai 1886, sebanyak 45 Pembangkit
Listrik Tenaga Air dibangun di AS dan Kanada. Bahkan memasuki 1889, PLTA
tumbuh dengan cepat dan saat itu AS memiliki 200 PLTA.
Pada awal abad
ke-20, banyak PLTA skala kecil dibangun perusahaan komersial di daerah
pegunungan dekat area metropolitan. Kota Grenoble, Prancis pun untuk pertama
kalinya menggelar pameran bertajuk ‘International Exhibition of Hydropower and
Tourism’ yang didatangi jutaan pengunjung. Selanjutnya, pada 1920, sebanyak 40%
pembangkit di AS merupakan PLTA hingga mendorong pemerintah membuat Federal
Power Act yang dijadikan undang-undang dan dasar hukum.
Federal Power Act
mengatur pembentukan Komisi Pembangkit Federal yang bertugas mengatur PLTA di
sumber air dan tanah negara bagian. Ketika skala PLTA kian besar, bendungan
dari pembangkit dikembangkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik,
tetapi termasuk mengendalikan banjir, irigasi, dan navigasi. Seiring dengan
begitu bermanfaatnya PLTA untuk memenuhi bermacam kebutuhan, pemerintah negara
bagian pun menggelontorkan anggaran untuk pembangunan PLTA skala besar dan PLTA
dimiliki pemerintah. Pada 1933, dibangun PLTA Tennessee Valley Authorty dan
Bonneville Power Administration pada 1937.
Taganya itu, Biro
Reklamasi AS yang bertanggung jawab terhadap irigasi wilayah barat AS juga
membangun PLTA besar pada 1928 dengan nama Hoover Dam (Bendungan Hoover). Para
insinyur dari Korps Angkatan Darat AS juga terlibat dalam pengembengan PLTA
dengan turut mendukung penuntasan pembangunan Bendungan Bonneville pada 1937
yang sebelum dikenal sebagai pusat pengendali banjir utama.
Pengembangan PLTA
terus berlanjut sepanjang abad ke-20. Bahkan sebutan hydropower diberi nama
white coal (batu bara putih) karena sebelumnya banyak pembangkit listrik yang
mengandalkan bahan baku batu bara. Tepat pada 1936, PLTA Bendungan Hoover
dengan kapasitas 1.345 MW menjadi PLTA pertama terbesar di dunia. Memasuki 1942
dibangun PLTA Grand Coulee Dam dengan kapasitas lebih besar atau 6809 MW.
d. Sejarah
penggunaan energi nuklir
Energi Nuklir Pertama kali di buat
percobaan oleh fisikawan jerman Otto Hahn, Lise Meiner dan Fritz Strassman pada
tahun 1938.Energi nuklir ini merupakan energi yang sangat besar. Energi nuklir
Ini dapat digunakan sebagai sumber energi maupun senjata pemusnahPada perang
dunia kedua, tepatnya oada tahun 1942 Enrico Fermi.menemukan raksi berantai
dari nuklir yang menghasilkan energi tinggi denganmenggunakan bahan plutonium.
Plutonium inilah yang digunakan sebagai bahandasar bom atom yang dijatuhkan di
Nagasaki, Jepang.Energi nuklir sebagai pembangkit listrik dengan menggunakan
reaktor nuklirdigunakan pertama kali pada tanggal 20 desember 1951 di dekat
kota Arco, Idaho.
Energi yang dihasilkan sekitar 100
kW.Dari tahun ke tahun kapasitas energi dari reaktor nuklir
mengalamiperkembangan pesat. Pada tahun 1960,1 gigawatt energi dihasilkan,
sedangkanpada tahun 1970, 100 gigawatt dihasilkan dan pada tahun 1980 300 giga
watt energinuklir dihasilkan. Setelah tahun 1980 kapasitas energi yang dihasilkan
tidak terlalumeningkat pesat. Sampai tahun 2005 ini, baru 366 gigawatt energi
dihasilkan.Gerakan untuk menentang adanya program tenaga nuklir, baru dimulai
padaakhir abad 20. Hal ini didasarkan dari ketakutan akan adanya “nuclear
accident”dan ketakutan akan adanya bahaya radiasi yang tidak kelihatan dari
tenaga nukliritu sendiri. Selain itu kekhawatiran akan adanya kebocoran dari
sistem
e. Sejarah
penggunaan energi surya
Tenaga listrik
dari cahaya matahari pertama kali ditemukan oleh Alexandre – Edmund
Becquerel seorang ahli fisika Perancis pada tahun 1839. Temuannya ini merupakan
cikal bakal teknologi solar cell. Percobaannya dilakukan dengan menyinari
2 elektrode dengan berbagai macam cahaya. Elektrode tersebut di balut (coated)
dengan bahan yang sensitif terhadapcahaya, yaitu AgCl dan AgBr dan dilakukan
pada kotak hitam yang dikelilingi dengan campuran asam. Dalam percobaanya
ternyata tenaga listrik meningkat manakala intensitascahaya meningkat.
Selanjutnya penelitian dari Bacquerel dilanjutkan oleh peneliti-peneliti lain.
Tahun 1873 seorang insinyur Inggris Willoughby Smith menemukan Selenium sebagai
suatu elemen photo conductivity.
Kemudian tahun 1876, William Grylls
dan Richard Evans Day membuktikan bahwa Selenium menghasilkan arus listrik
apabila disinari dengan cahaya matahari. Hasil penemuan mereka menyatakan bahwa
Selenium dapat mengubah tenaga matahari secara langsung menjadi listrik tanpa
ada bagian bergerak atau panas. Sehingga disimpulkan bahwa solar cell sangat
tidak efisien dan tidak dapat digunakan untuk menggerakkan peralatan
listrik.Tahun 1894 Charles Fritts membuat Solar Cell pertama yang
sesungguhnya yaitu suatu bahan semi conductor (selenium) dibalut dengan lapisan
tipis emas. Tingkat efisiensi yang dicapai baru 1% sehingga belum juga dapat
dipakai sebagai sumber energi, namun kemudian dipakai sebagai
sensor cahaya. Tahun 1905 Albert Einstein mempublikasikan tulisannya
mengenai photoelectric effect. Tulisannya ini mengungkapkan
bahwa cahaya terdiri dari paket-paket atau “quanta of energi” yang
sekarang ini lazim disebut “photon.” Teorinya ini sangat sederhana tetapi
revolusioner. Kemudian tahun 1916 pendapat Einstein mengenai photoelectric
effect dibuktikan oleh percobaan Robert Andrew Millikan seorang ahli fisika
berkebangsaan Amerika dan ia mendapatkan Nobel Prize untuk karya photoelectric
effect. Tahun 1923 Albert Einstein akhirnya juga mendapatkan Nobel Prize untuk
teorinya yang menerangkan photoelectric effect yang dipublikasikan 18 tahun
sebelumnya.
Hingga tahun 1980 an efisiensi dari
hasil penelitian terhadap solar cell masih sangat rendah sehingga
belum dapat digunakan sebagai sumber daya listrik. Tahun 1982, Hans Tholstrup
seorang Australia mengendarai mobil bertenaga surya pertama untuk jarak 4000 km
dalam waktu 20 hari dengan kecepatan maksimum 72 km/jam. Tahun 1985 University
of South Wales Australia memecahkan rekor efisiensi solar
cell mencapai 20% dibawah kondisi satu cahaya matahari. Tahun 2007
University of Delaware berhasil menemukan solar cell technology yang
efisiensinya mencapai 42.8% Hal ini merupakan rekor terbaru untuk “thin film
photovoltaicsolar cell.” Perkembangan dalam riset solar
cell telah mendorong komersialisasi dan produksi solar
cell untuk penggunaannya sebagai sumber daya listrik.
f. Sejarah
penggunaan energi pasang surut
Dalam sejarahnya,
energi pasang surut telah digunakan di Eropa dan pantai timur Amerika Utara
dalam bentuk turbin, mengubahnya menjadi energi mekanik dan digunakan untuk
menggiling gandum.[2][3][4] Baru pada abad ke 19, proses ini digunakan untuk menghasilkan
listrik.[5] Pembangkit listrik tenaga pasang surut skala besar pertama di
dunia adalah Rance
Tidal Power Station yang
dibangun di Prancis dan mulai beroperasi sejak tahun 1966.
Tabel 1. Sejarah
pemanfaatan sumber energi
|
Sumber energi
|
Perkiraan masa permulaan
Pemakaian
|
Bidang
|
|
Kayu
Angin
Air
Batubara
Minyak
bumi
Listrik
Minyak
bumi
Bahan
bakar fosil
Air
Listrik
Gas alam
Panas bumi
Fisi
nuklir
Surya
Hidrogen
Nuklir
fusi
|
Prasejarah
Awal
sejarah
Awal
sejarah
Awal
sejarah lanjut
Awal abad
13
Awal Revolusi Industri
Awal abad
18
Awal abad
19
Awal abad
19
Akhir abad
19
Peningkatan Industrialisasi
Awal abad
20
Awal abad
20
Awal abad
20
Awal abad
20
Awal abad 20
Awal abad
20 lanjut
Tengah
abad 20
Akhir abad
20
Awal abad
21
Tengah
abad 21
|
Memasak; Pemanasan.
Pertukangan.
Pengangkutan;
penggilingan.
Pertukangan;
Penggilingan.
Pemanasan;
memasak
Mesin uap
untuk pabrik ; kokas untuk pengerjaan logam
Mesin uap
untuk pengangkutan.
Pemanasan
; penerangan
Memasak ;
motor untuk pengangkutan.
Motor
untuk industri dan pengangkutan ; penerangan; pembangkitan tenaga listrik.
Edison: Lampu Pijar Sistem Tenaga
Listrik
Memasak;
pengangkutan
Pembangkitan
tenaga listrik dalam unit-unit thermis.
Pembangkitan
listrik hidro
Pemanasan;
memasak; industri; elektrokimia
Pemanasan;
memasak; industri pupuk
Tenaga
listrik; penggunaan khusus
Tenaga
listrik; penggunaan khusus
Penggunaan
khusus; energi listrik; rumah tangga
Tenaga
listrik; penggunaan khusus
Tenaga
listrik; penggunaan khusus
|
C. Pengertian Sumber Daya Energi
Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu
dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible).
Sumber daya ada yang dapat berubah, baik menjadi semakin besar maupun hilang,
dan ada pula sumber daya yang kekal (selalu tetap). Selain itu, dikenal pula
istilah sumber daya yang dapat pulih atau terbarukan (renewable resources)
dan sumber daya tak terbarukan (non-renewable resources). Ke dalam
sumber daya dapat pulih termasuk tanaman dan hewan (sumber daya hayati).
Sumber
daya energi adalah sumber daya alam yang dapat di olah oleh manusia sehingga
dapat digunakan bagi pemenuhan kebutuhan energi. Sumber daya energi ini disebut
sumber energi primer, yaitu sumber daya energi dalam bentuk apa adanya yang
tersedia di alam.
Pohon
atau tumbuh-tumbuhan pada umumnya dapat hidup dan tumbuh karena mendapat
zat-zat yang diperlukannya melalui air yang diperolehnya dari tanah. Pada saat
zat-zat itu diserap tumbuh-tumbuhan, daun menerima energi panas dari matahari
dan menyerap zat lemas dari udara dan melepaskan zat asam ke udara. Energi yang
diterima daun dari sinar matahari disimpan dalam batang dan dahan, kemudian
dibebaskan lagi bila kayu dibakar. Pohon dan tumbuh-tumbuhan sering juga
dikelompokkan dengan nama massa bio atau biomassa.
Angin
terjadi karena udara di suatu tempat menjadi panas karena matahari. Oleh karena
itu berat jenisnya berkurang dan naik ke atas. Proses ini menyebabkan
penggeseran udara yang disebut angin. Jelaslah bahwa energi angin berasal dari
matahari.
Tenaga
air terjadi karena air dilautan dan di danau menguap disebabkan panas matahari
naik ke langit menjadi awan dan turun di gunung dalam bentuk air sebagai hujan.
Dengan gravitasi bumi, air yang mengalir
menuruni sungai menuruni lereng gunung menghasilkan potensi tenaga air.
Batu
bara terjadi karena bahan organik berasal dari biomassa hutan-hutan yang
“tenggelam” mengalami tekanan selama jangka waktu yang diperkirakan berjuta
tahun.
Jika
batu bara diperkirakan berasal dari bahan organik berupa biomassa, minyak dan
gas bumi menurut perkiraan mungkin sekali terjadi dari bahan organik asal
binatang-binatang kecil dan mengalami proses penekan sangat lama.
Energi
panas bumi terjadi karena pertemuan antara magma, yaitu panas dalam “perut
bumi” dengan air.
Energi
nuklir diperoleh dengan reaksi material. Tenaga pasang surut terjadi dari
resultan gaya gravitasi dan rotasi bumi dan gaya gravitasi matahari, yang
bekerja pada air laut.
Panas
laut terjadi, karena energi radiasi surya diserap air laut, sehingga energi itu
tersimpan dalam air laut.
Energi
ombak laut terjadi karena laut ditiup oleh angin dan disebabkan udara disuatu
empat dipanasi oleh penyinaran matahari. Arus pancar, yang lebih dikenal dengan
jetstream, adalah angin khusus yang
bertiup di atmosfir dengan ketinggian
sampai 10000 m atau lebih.
D. Jenis Sumber Daya Energi
Secara umum, sumber daya energi dapat dibedakan menjadi :
1. Sumber daya
energi konvensional
Sumber daya
energi konvensional adalah sumber daya energi yang digunakan untuk memenuhi
sebagian besar kebutuhan energi manusia sekarang. Sumber daya energi
konvensional terdiri dari:
a.
minyak bumi
b.
batubara
c.
gas alam
2. Sumber daya energi nuklir
Sumber daya
energi nuklir merupakan sumber daya energi yang tersedia di alam dan hanya
dapat dikonversi menjadi bentuk energi yang dapat dikonsumsi oleh manusia
melalui reaksi nuklir. Sumber energi nuklir terdiri dari :
a.
sumber daya energi fissi nuklir
(uranium, torium),
b.
material radioaktiv alami,
c.
sumber daya energi fusi nuklir
(deuterium, litium)
3. Sumber daya energi terbarukan
Sumber daya
energi terbarukan adalah sumber daya energi yang tersedia secara terus menerus
dalam waktu sangat lama karena siklus alaminya. Sumber daya energi terbarukan
terdiri dari :
a.
energi angin
b.
energi surya
c.
geotermal
d.
aliran air (sungai)
e.
biomassa (sampah, kultivasi)
f.
energi kelautan (arus laut,
gelombang, pasang surut, beda suhu)
g.
energi badan air besar / danau (beda
suhu)
BAB
III
PENUTUP
Simpulan
Energi adalah properti fisika
dari suatu objek,
dapat berpindah
melalui interaksi fundamental,
yang dapat diubah
bentuknya
namun tak dapat diciptakan
maupun dimusnahkan.
Pada
awal sejarahnya manusia dapat memperdayakan suatu sumber daya alam, yaitu
tenaga air, sumber energi ini yang digunakan untuk pertukangan dan pengalihan
selain ituSumber energi pada jaman dahulu yang paling umum digunakan adalah
kayu bakar dan otot hewan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
meningkatnya kebutuhan akan sumber energi sumber-sumber energi lain mulai
ditemukan dan dikembangkan.
Sumber daya energi adalah
sumber daya alam yang dapat di olah
oleh manusia sehingga dapat digunakan bagi pemenuhan kebutuhan energi.
Secara umum, sumber daya energi dapat dibedakan menjadi : Sumber daya energi konvensional yang terdiri dari: minyak bumi, batubara, dan gas alam, Sumber daya
energi nuklir yang terdiri dari : sumber daya energi fissi nuklir, material
radioaktiv alami, sumber daya energi
fusi nuklir, dan Sumber daya energi terbarukan yang terdiri dari : energi angin, energi surya, geotermal, aliran air, biomassa, energi kelautan, dan. energi badan
air besar / danau.
DAFTAR
PUSTAKA
Kanginan,
Marthen. 2015. FISIKA. Jakarta:
Erlangga.

Komentar
Posting Komentar